Diduga Membantu Wagner, AS Jatuhkan Sanksi Pada Otoritas Pertahanan Mali

Jakarta, IDM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan Sanksi pada tiga pejabat militer di Mali atas tuduhan membantu memfasilitasi dan mengorganisir kegiatan kelompok tentara bayaran Wagner di negara tersebut. Keputusan itu menunjukkan komitmen AS dalam menekan pergerakan Wagner.
Dilansir dari Treasury.gov, Selasa (25/7), Departemen Keuangan AS menyebutkan bahwa sanksi itu berlaku bagi Menteri Pertahanan Mali Kolonel Sadio Camara, Kepala Staf Angkatan Udara Kolonel Alou Boi Diarra dan Wakil Kepala Staf Letnan Kolonel Adama Bagayoko.
Baca Juga: Korut Disebut Mulai Jalin Komunikasi Terkait Penahanan Tentara AS
"Badan Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS memberikan sanksi kepada tiga pejabat pemerintah dan militer Mali karena memfasilitasi penyebaran maupun perluasan kegiatan Wagner di Mali," kata Brian E. Nelson, Wakil Menteri Keuangan bagian Intelijen dan Terorisme AS.
Lebih lanjut, Nelson menyebut Camara berperan penting dalam masuknya Wagner ke Mali. Menurutnya, Camara telah membuat kesepakatan untuk membawa mengizinkan kegiatan Wagner dinegaranya sejak 2021.
Namun, Mali mengklaim kedekatannya dengan Wagner sama sekali tidak berhubungan dengan konflik di Ukraina. Camara menegaskan, keberadaan Wagner di Mali bertujuan untuk melatih pasukan memerangi pemberontakan oleh para militan lokal.
Baca Juga: Tingkatkan Postur Pertahanan, Iran Gelar Latihan Militer di Selat Hormuz
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri Antony Blinken menilai keberadaan Wagner di negara Afrika Barat itu mengancam stabilitas perdamaian di kawasan. Sehingga, AS akan terus berupaya bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan Wagner.
“AS akan terus mengambil tindakan terhadap mereka yang memfasilitasi kegiatan bersama Grup Wagner, yang mengancam perdamaian dan keamanan di Mali maupun regional,” kata Blinken. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































