Minggu, 18 Mei 2025

Tanggapi Perjanjian Strategis Korut-Rusia, Korsel Pertimbangkan untuk Kirim Senjata ke Ukraina

Jakarta, IDM โ€“ย Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan mempertimbangkan rencana mengirim senjata ke Ukraina usai Korea Utara (Korut) dan Rusia menandatangani ‘Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif’.

Sebelumnya, dalam perjanjian yang ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Korut Kim Jong Un itu disepakati bahwa jika salah satu pihak mendapat serangan agresi, pihak lainnya harus segera memberikan bantuan militer maupun bantuan lain yang diperlukan.

Baca Juga:ย Ini Poin Penting Perjanjian Strategis antara Rusia-Korut

โ€œPemerintah menyatakan keprihatinan yang mendalam dan mengecam penandatanganan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif antara Korut dan Rusia, yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama militer dan ekonomi,โ€ kata Penasihat Keamanan Nasional Korsel Ho-jin Chang melansir Yonhap, Kamis (20/6).

โ€œKami berencana untuk mempertimbangkan terkait langkah dukungan senjata kepada Ukraina,โ€ tambahnya.

Lebih lanjut, Chang menyebut kerja sama apa pun yang secara langsung atau tidak langsung membantu peningkatan militer Korut merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan Persenjataan Bangsa-bangsa.

Baca Juga:ย Rusia-Korut Sepakati Perjanjian Strategis, Sekjen NATO Peringatkan Negara-Negara Otoriter Semakin Kuat

Selain itu, menurutnya Korut dan Rusia memiliki sejarah masing-masing yang memprakarsai Perang Korea dan Perang Ukraina. Oleh sebab itu, Korsel akan menanggapi dengan tegas setiap ancaman keamanan melalui koordinasi dengan sekutu termasuk Amerika Serikat (AS).

โ€œKami akan lebih memperkuat deterens dari aliansi Korsel-AS dan kerja sama keamanan antara Korsel, AS dan Jepang untuk mencegah ancaman nuklir dan rudal Korut,โ€ imbuhnya. (bp)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Kapal Perang Fregat Italia ITS Antonio Marceglia Sandar di Jakarta

Kapal perang fregat Italia ITS Antonio Marceglia bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (15/5/). Kedatangan kapal ini merupakan bagian dari kampanye strategis untuk memperkuat kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik, meningkatkan keamanan maritim, serta mendukung pengembangan kapasitas pertahanan.

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer