Zelensky Bersedia Mundur Sebagai Presiden Demi Perdamaian Ukraina

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa ia bersedia mundur dari jabatannya jika itu dapat menjamin perdamaian di Ukraina dan keanggotaan di NATO.
Dilansir dari CNN, Senin (24/2), hal itu ia ungkapkan saat ditanya dalam konferensi pers apakah ia siap mengundurkan diri jika itu menjamin perdamaian bagi Ukraina pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Lebih dari 13.000 Anak-anak Tewas Akibat Konflik Gaza
“Jika [itu menjamin] perdamaian bagi Ukraina, jika Anda benar-benar ingin saya mengundurkan diri, saya siap. Saya dapat menukarnya dengan [keanggotaan] NATO," imbuhnya.
Ia menekankan, fokusnya saat ini adalah mewujudkan keamanan Ukraina dan bukan impiannya untuk tetap menjadi presiden selama beberapa dekade.
Baca Juga: Iran akan Pamerkan Rudal Jelajah Supersonik Baru
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mendorong agar pemilu kembali digelar di Ukraina, usai mencap Zelensky sebagai "diktator". Ia nampaknya merujuk pada masa jabatan Zelenksy yang seharusnya berakhir pada tahun lalu.
Undang-undang Ukraina melarang penyelenggaraan pemilu selama keadaan darurat militer, yang dideklarasikan Ukraina pada hari ketika konflik pecah dengan Rusia pada Februari 2022. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































