Uni Eropa Sepakat Memperkuat Kerja Sama Maritim Dengan Filipina

Jakarta, IDM - Uni Eropa mulai mempererat kerja sama dengan Filipina di berbagai bidang, termasuk keamanan maritim. Langkah itu dilakukan sebagai langkah untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Dilansir dari Ec.europa.eu, Selasa (1/8), Presiden European Commission Ursula von der Leyen telah melakukan pertemuan dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. di Manila pada beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, keduanya menilai kapabilitas pertahanan harus terus di tingkatkan di tengah dinamika tantangan maritim.
Baca Juga: Gelar Parade Angkatan Laut, Putin: Rusia Akan Tambah 30 Armada Kapal
"Kami siap memperkuat kerja sama dengan Filipina di bidang keamanan maritim di kawasan dengan berbagi informasi, melakukan penilaian ancaman, dan membangun kapasitas penjaga pantai," kata Leyen.
Melalui pertemuan itu pula, Leyen menegaskan kembali dukungan Uni Eropa atas putusan arbitrase internasional tahun 2016. Putusan itu menyebut klaim sepihak Cina di Laut Cina Selatan tidak memiliki dasar hukum dan perselisihan harus diselesaikan secara damai.
Kendati demikian, Cina menolak keputusan arbitrase tersebut dan bersikeras klaim wilayah itu didasarkan dari aspek sejarah selama berabad-abad lalu sejak masa kekaisaran. Sehingga, Cina kini seringkali menunjukkan postur kekuatan di wilayah Laut Cina Selatan.
Baca Juga: ECOWAS Ancam Akan Intervensi Militer Untuk Hentikan Kudeta di Nigeria
"Uni Eropa menggarisbawahi bahwa putusan Pengadilan Arbitrase di Laut Cina Selatan tahun 2016 mengikat secara hukum, dan memberikan dasar untuk menyelesaikan perselisihan antara para pihak secara damai," ujar Leyen.
"Uni Eropa sangat mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Karena Indo-Pasifik yang bebas dari ancaman paksaan adalah kunci stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran rakyat kita," tambahnya.
Filipina juga memainkan peran sentral dalam persaingan geopolitik di Laut China Selatan di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina. Pada bulan April lalu, AS dan Filipina melakukan latihan militer yang dipandang sebagai bentuk deterrence ke Beijing. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































