TNI Hapus Simbol-simbol Terkait Gerakan Separatis di Papua

Jakarta, IDM – TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Yonif 501/Bajra Yudha (BY) menggelar patroli dan menghapus simbol-simbol dan tulisan terkait gerakan separatis di Papua. Tampak dalam gambar yang diposting instagram @divif2_kostrad, Rabu, (11/12) tertera tulisan "Papua Merdeka" yang dihapus serta diganti TNI dengan tulisan "NKRI Harga Mati" dan "Kami bagian dari Indonesia".
Baca Juga: KRI Bung Karno dan Kapal Perang India Patroli di Perbatasan Sabang
Menurut Dansatgas Yonif 501/BY, Letkol Inf Yahkya Wisnu Arianto dalam keterangannya pihaknya juga menemukan tembok yang terlukis gambar bendera Bintang Kejora.

"Penemuan gambar Bintang Kejora ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengidentifikasi dan mengatasi segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu situasi keamanan sekaligus uupaya kami untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Papua," kata Yahkya.

Lebih lanjut ia menjelaskan patroli yang dilakukan oleh Satgas Yonif 501/BY bertujuan untuk mencegah penyebaran simbol-simbol yang dapat memperburuk ketegangan, serta untuk menjaga hubungan yang harmonis antara TNI dan masyarakat Papua. Selain itu, dengan adanya pengecatan ulang di lokasi tersebut, diharapkan bisa mengurangi potensi-potensi gesekan yang bisa merusak kedamaian.
Baca Juga: TNI AD Siapkan Personel dan Alutsista Dukung Pengamanan Nataru 2024
Keberhasilan misi ini kembali menunjukkan peran aktif TNI dalam memastikan wilayah Papua tetap aman, damai, dan terbebas dari segala bentuk gangguan yang mengancam integritas negara. Diharapkan, warga Papua semakin sadar akan pentingnya menjaga kedamaian dan stabilitas untuk masa depan yang lebih baik. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































