HANKAM

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 3300 Gram Sabu di Sebatik

Lanal Nunukan
Lanal Nunukan dan Posal Sei Pancang berhasil gagalkan upaya penyelundupan 3.300 gram Sabu-sabu di Sebatik, Kalimantan Utara, Senin (25/12). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Nunukan dan Pos TNI AL (Posal) Sei Pancang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 3.300 gram narkoba jenis sabu-sabu di Perairan Sebatik, Kalimantan Utara, Senin (25/12).

Dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (27/12), barang bukti yang telah diamankan adalah tiga kantong besar dan lima kantong kecil dengan perkiraan berat kotor total 3.300 gram narkoba jenis sabu-sabu.

Kemudian, satu televisi LG UHD 43 IC Merk Panasonic, satu buah handphone, satu buah dompet kosong warna coklat, dan satu buah tas warna hitam berisi pakaian serta terduga pelaku inisial A.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Kronologi Rekonsiliasi dengan Tokoh GAM Muzakir Manaf

Kronologi kejadian bermula saat Satgas Nataru Lanal Nunukan meneruskan informasi kepada personel Posal Sei Pancang dan tim SFQR Lanal Nunukan untuk memeriksa setiap perahu yang beraktivitas di semua dermaga lintas batas maupun tradisional.

Selanjutnya, Satgas menganalisa berbagai informasi akan adanya peningkatan aktivitas ilegal, dan memeriksa rutin perahu yang membawa muatan dan penumpang dari Tawau, Malaysia yang memasuki perairan Indonesia, menuju dermaga tradisional di Pesisir Pantai Sebatik Utara.

Lanal Nunukan
(Foto: Dok. Dispenal)

Dari hasil pendalaman pemeriksaan terhadap perahu yang diduga membawa muatan narkoba oleh Posal Sei Pancang dan tim SFQR, dilaksanakan pengecekan paket mencurigakan menggunakan alat tracing narkoba trunach milik Lanal Nunukan.

Baca Juga: TNI AD Manunggal Air Jadi Solusi Warga Kampung Sisik Terima Air Bersih

Tim gabungan mendapatkan hasil bahwa paket tersebut positif mengandung methamphenine dalam wujud sabu-sabu kristal. Jumlah total paket sebanyak tiga kantong besar dan lima kantong kecil dengan perkiraan berat kotor total 3.300 gram sabu-sabu.

Sementara itu, terduga pelaku inisial A merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berdomisili di Bulukumba dan bekerja sebagai buruh Sawit. Terduga pelaku mengakui paket tersebut adalah narkoba dari Tawau yang akan diedarkan sebagian di wilayah Nunukan dan sebagian besar lainnya dibawa ke Sulawesi menggunakan kapal penumpang.

Baca Juga: Lanal Banyuwangi Kerahkan KRI di Selat Bali Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Komandan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) Handoyo menjelaskan, tim SFQR Lanal Nunukan selanjutnya melaksanakan pengembangan kasus dan pemetaan modus operandi, dan berkoordinasi dengan BNN Kabupaten Nunukan.

Pada kesempatan itu juga diserahkan barang bukti sabu-sabu dan pelaku kepada BNN Kabupaten Nunukan untuk proses lebih lanjut. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.