Tingkatkan Risiko Konflik, Cina Peringatkan AS Berhenti Dukung Taiwan

Jakarta, IDM – Cina memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa dukungannya untuk Taiwan hanya meningkatkan “risiko konflik”. Hal itu dinyatakan usai Kongres AS yang mengalokasikan $8 miliar dukungan militer untuk pulau tersebut.
"Hubungan militer yang semakin erat antara AS dan Taiwan tidak akan membawa keamanan bagi Taiwan. Hal ini hanya akan meningkatkan ketegangan dan risiko konflik maupun konfrontasi di Selat Taiwan, hingga pada akhirnya menjadi bumerang," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin, melansir Fmprc.gov.cn, Jumat (26/4).
Baca Juga: Rusia Veto Dewan Keamanan PBB Terkait Senjata Nuklir di Luar Angkasa
Pernyataan itu merupakan tanggapan atas Kongres AS yang menyetujui Undang-undang terkait bantuan senilai $95 miliar kepada sekutu termasuk Ukraina, Israel dan Taiwan, yang mendapat $8 miliar. Pemimpin baru Taiwan, Lai Ching-te menyebut bantuan itu akan “memperkuat pencegahan terhadap otoritarianisme dan menjaga perdamaian".
Namun, Wang kembali menegaskan bahwa pihaknya akan selalu menjaga kedaulatan, termasuk wilayah Taiwan yang dianggap sebagai bagian dari Cina. Ia pun memperingatkan agar AS mematuhi prinsip 'satu Cina'.
Baca Juga: Inggris Tembak Jatuh Rudal Houthi yang Targetkan Kapal Dagang
"Cina akan mengikuti dengan cermat perkembangan tersebut dan mengambil tindakan tegas untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah," tegasnya.
"AS harus berhenti mempersenjatai Taiwan, berhenti menciptakan faktor-faktor baru yang dapat menimbulkan ketegangan," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































