Jakarta, IDM โ Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Hamas akan tetap hidup walau kehilangan pemimpinnya, Yahya Sinwar. Ia juga menyebut kematiannya tidak akan menghentikan perjuangan “Front Perlawanan”.
“Komandan Yahya al-Sinwar telah bergabung dengan rekan-rekannya yang gugur. Ia adalah gambaran cemerlang dari Perlawanan. Ia berdiri dengan tekad yang tak tergoyahkan melawan musuhโฆ Ia memberikan pukulan yang tak tergantikan pada tanggal 7 Oktober (terhadap rezim Zionis) yang akan dikenang sebagai bagian dari sejarah wilayah ini,” ujarnya melansir Khamenei.ir, Sabtu (19/10).
Baca Juga: Ukraina dan Rusia Kembali Bertukar 190 Tawanan Perang
Ia menuturkan, kematian Sinwar sangat menyakitkan bagi ‘Front Perlawanan’. Namun, mereka bersama Hamas akan terus hidup dan meneruskan perjuangan.
“Kehilangannya sangat menyakitkan bagi Front Perlawanan. Namun, front ini tidak menghentikan langkahnya seperti setelah gugurnya tokoh-tokoh lain yakni Sheikh Ahmed Yassin, Fathi Shaqaqi, Rantisi, dan Ismail Haniyeh,” imbuhnya.
Baca Juga: Konfirmasi Kematian Yahya Sinwar, Hamas Sebut akan Terus Berjuang
“Demikian pula, front ini tidak akan goyah sedikit pun dengan gugurnya Sinwar. Hamas masih hidup dan akan tetap hidup,” tegasnya.
Istilah ‘Front Perlawanan’ digunakan Iran untuk menggambarkan jaringan kelompok anti-Israel di Timur Tengah. Selain Hamas, jaringan ini meliputi Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, dan kelompok lainnya di Irak hingga Suriah. (bp)