SPS-1, Senjata Pelumpuh Senyap Pertama di Dunia Buatan Anak Bangsa

Jakarta, IDM – Indonesia memperkenalkan produk inovasi terbaru dalam mengembangkan senjata antidrone buatan PT Pindad yang diberi nama Senjata Pelumpuh Senyap (SPS)-1 dan kendaraan taktis Maung MV3 Mobile Jammer, di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (17/8).
Senjata tersebut turut berpartisipasi dalam mendukung pengamanan upacara HUT ke-79 RI di IKN yang dihadiri oleh presiden Joko Widodo (Jokowi) dan presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Sigit Santosa, menyampaikan produk ini merupakan yang pertama di dunia dalam megintegrasikan senjata soft kill, antidrone, dan hard kill.
“Senjata api ini 100 persen hasil pengembangan dalam negeri yang mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)” ujar Sigit dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Selasa (20/8).
Baca Juga: KSAD Pimpin Sertijab 12 Jabatan Strategis di TNI AD, Ini Daftarnya
Dia mengaku SPS-1 dan Maung MV3 Mobile Jammer mampu memperkuat pertahanan negara dari ancaman dan gangguan drone ilegal, dan juga sebagai upaya dalam mewujudkan kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Terpisah, VP Inovasi dan Pengembangan Produk PT Pindad Prima Kharisma menjelaskan Maung MV3 Mobile Jammer merupakan jenis varian kombinasi yang belum pernah dikembangkan sebelumnya di dunia.

“Bisa dibilang ini original desain from Indonesia yang proses pengembangan kendaraannya, senjatanya, dan komponen jammer terintegrasi menjadi satu sistem kesatuan pertahanan antidrone,” jelas Prima.
Selain itu, Prima membeberkan SPS-1 dioperasikan oleh satu personel andal untuk mobilitas tinggi dikarenakan melekat pada senjata bertenaga baterai sehingga tidak tergantung pada power system static.
Baca Juga: Prabowo Bertekad Lanjutkan ‘Good Neighbor Policy’ dengan Australia
SPS-1, lanjutnya, memiliki kemampuan menetralisir ancaman drone dengan dua metode, yaitu pertama soft skill untuk menonaktifkan drone yang mengancam dengan menutup akses kendali pada jarak 500 meter.
“Kedua, hard kill bersifat destruktif atau menghancurkan drone pada jarak 150 meter,” bebernya.
Adapun senjata SPS-1 didesain mengikuti perkembangan teknologi terkini dan merupakan hasil penyesuaian dengan kebutuhan pengguna.
“Sementara Maung MV3 Mobile Jammer dirancang sebagai sistem antidrone mobile yang mampu menetralisir ancaman drone secara cepat dan akurat,” kata Prima.
Baca Juga: TNI AD Ciptakan Pupuk Organik Cair Berbahan Rumput Laut
Kendaraan tersebut dilengkapi dengan jammer drone sebagai senjata soft skill dan senjata SMB sm5a1 kaliber 12.7 mm sebagai senjata hard kill.
Dengan radius jamming 3 km yang menggunakan metode soft skill dan jarak destruksi hingga 1.8 km menggunakan metode hard kill, Maung MV3 Mobile Jammer memberikan perlindungan andal dan punya dukungan teknis dan purna jual dalam negeri.
Kemudian, Prima mengaku kendaraan yang dilengkapi penggerak 4x4 kendaraan tersebut juga diklaim mampu beroperasi di berbagai jenis medan baik onroad maupun offroad.
“Diharapkn inovasi dalam negeri ini dapat digunakan oleh TNI dan Polri untuk mendukung pertahanan dan keamanan nasional, khususnya dari gangguan dan ancaman drone ilegal,” ucapnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































