Jakarta, IDM โย Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova menyesalkan kedekatan Armenia dengan NATO, yang menurutnya telah menganggu stabilitas keamanan di wilayah Kaukasus Selatan.
Dilansir dari Reuters, Minggu (20/7), Zakharova mengatakan bahwa hubungan dekat Armenia dengan aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut โtidak hanya menimbulkan penyesalan, tetapi juga kekhawatiran terhadap masa depan Armeniaโ.
Baca Juga:ย OHCHR: Krisis Kemanusiaan, Anarki Tumbuh di Jalur Gaza
Dia menilai, pergeseran Yerevan yang condong ke Barat berisiko โmengganggu stabilitasโ Kaukasus Selatan, wilayah di mana Rusia secara tradisional mempunyai pengaruh besar.
Armenia sendiri telah lama menjadi sekutu regional Rusia. Namun, Armenia memilih untuk mempererat hubungan dengan aliansi NATO dalam beberapa tahun terakhir karena hubungannya dengan Rusia semakin tegang.
Baca Juga:ย Balas Korut, Korsel Kembali Siarkan Propaganda di Perbatasan
Zakharova juga menyebut latihan militer AS-Armenia, yang dijadwalkan berakhir pada 24 Juli mendatang, telah menimbulkan kekhawatiran, terutama setelah Armenia menangguhkan partisipasinya dalam Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (Collective Security Treaty Organization/CSTO) yang dipimpin Rusia pada awal tahun ini.
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menilai CSTO, khususnya Rusia, gagal mencegah Azerbaijan melakukan operasi militer di wilayah Karabakh yang memicu eksodus lebih dari 100.000 penduduk etnis Armenia pada September tahun lalu. (bp)