Rusia Desak AS Berhenti Pasok Senjata Ke Ukraina

IDM - Rusia memperingatkan AS untuk berhenti memasok Ukraina dengan rudal jarak jauh. Bantuan AS dalam mendukung pertahanan Ukraina ini dianggap sudah melewati batas, dan Rusia mengklaim hal tersebut menunjukkan bahwa AS sudah terlibat langsung dalam perang tersebut.
Dilansir dari Tass, Kamis (15/9), sebuah laman resmi media Rusia, Juru Bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova mengatakan "AS telah menunjukkan minat untuk memperpanjang permusuhan di Ukraina selama mungkin, dan tentu saja dalam hal ini berarti AS telah terlibat langsung dalam permusuhan.”
Zakharova menegaskan bahwa bantuan dan jaminan keamaan AS pada Ukraina, secara bersamaan merupakan upaya AS memprovokasi perang yang terjadi. Ia pun menambahkan bahwa itu adalah perang antara dua negara, Rusia dan Ukraina, bukan lebih dari itu.
AS telah secara aktif memasok Ukraina dengan Guided Multiple Launch Rocket System (GMLRS) yang ditembakkan dari High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) dan mampu mencapai target hingga 80 km. Peluncur HIMARS juga dapat digunakan untuk menembakkan rudal taktis ATACMS jarak jauh, yang dapat memiliki jangkauan hingga 300 km (186 mil).
Sejak Rusia invasi ke Ukraina, AS telah mengalokasikan bantuan dana keamanan pada Ukraina. Dilansir dari Aljazeera, Kamis (15/9), secara total AS telah berkomitmen sekitar $ 10,6 miliar dalam memberi bantuan keamanan ke Ukraina dibawah pemerintahan Presiden AS Joe Biden. (BP)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































