HANKAM

Rapim TNI AL Bahas Kebutuhan Sensor Bawah Laut untuk ALKI

KSAL.
KSAL Laksamana Muhammad Ali saat konferensi pers sebelum rapim TNI AL, Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (6/2). (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan rapat pimpinan (rapim) TNI AL 2025 akan membahas kebutuhan sensor bawah laut untuk ditempatkan di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, II, dan III.

Hal tersebut bertujuan mendukung penguatan pengamanan terhadap 8 titik sempit jalur pelayaran (choke points) di tiga wilayah ALKI tersebut.

Baca Juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, Skadik 404 Lanud SMO Manfaatkan Lahan untuk Pertanian Produktif

"Kita memiliki 8 choke points penting itu semua harus dijaga (salah satunya) sensor bawah air untuk mendukung pengamanan di ALKI I, II maupun III. Semua kita bahas," ungkap Ali, di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Kamis (6/2).

Kemudian, TNI AL juga bakal memperkuat masing-masing Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) dan bersinergi dengan kementerian serta lembaga terkait yang juga memiliki sensor maupun pos pengawas.

"TNI AL juga bakal bersinergi dengan kementerian dan lembaga lainnya yang memiliki juga sensor maupun pos pengawas. Kita juga akan memperkuat puskodal, harapannya bisa mengawasi seluruh perairan Indonesia, termasuk dengan (delapan) choken points tersebut," lanjut Ali.

Baca Juga: Wakasau Soroti Pentingnya Kesiapan Tempur dan Operasional Satuan TNI AU dalam Merespons Ancaman

Sebelumnya, pada Kamis (3/1) lalu, Ali juga menyebutkan modernisasi armada kapal perang permukaan akan dilengkapi dengan peralatan sensor-sensor canggih untuk pengawasan terhadap beberapa choke points.

"Kapal-kapal yang ada nantinya kita lengkapi juga dengan peralatan sensor yang lebih canggih, bagaimana kita menjaga beberapa choke points ini dengan sensor-sensor yang ada di darat maupun bawah laut," kata Ali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.