Prabowo Serahkan Helikopter Anti-Kapal Hasil Modernisasi kepada TNI AL

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyerahkan hasil modernisasi dan suku cadang kritis helikopter Panther AS565 MBe kepada TNI AL di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (24/1).
Penyerahan secara simbolis helikopter anti-kapal selam hasil modernisasi itu, diberikan Prabowo kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.
Dikutip dari keterangan Pen Puspenerbal, Kamis (25/1), helikopter Panther AS565 MBe hasil modernisasi tersebut berjumlah 8 unit. Namun, hanya 3 unit yang ditampilkan untuk penyerahan, karena 5 lainnya sedang digunakan dalam misi operasi dan pemeliharaan rutin.
Baca Juga: Pangdam: Situasi Intan Jaya Memanas Karena Isu Patung Yesus Ada Bom
Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan pentingnya persiapan yang matang terkait modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), dalam hal ini helikopter Panther AS565 MBe.
"Semua harus dipersiapkan dengan baik. Karena hal itu sangat penting," kata Jokowi
Selain itu, Prabowo juga mengatakan penambahan dan perbaikan alutsista akan semakin memperkuat TNI dalam menjawab tantangan-tantangan di masa depan.

"Ini tentu juga semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan pertahanan yang disegani di kawasan," kata Prabowo.
Baca Juga: Poltekad Ciptakan Drone Pengintai Mirip Burung
"Pemerintah terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan pertahanan nasional guna menjaga kedaulatan dan keamanan negara," tambah dia.
Panther AS565 MBe memiliki panjang 13,68 meter, tinggi 3,97 meter; dan berat kosong 2.380 kilogram. Helikopter anti-kapal selam ini dapat dioperasikan oleh 1 atau 2 pilot, dengan kapasitas angkut hingga 10 personel.
Sedangkan Panther AS565 MBe dilengkapi dengan mesin ganda Turbomeca Arriel 2C turboshaft; yang mampu terbang dengan kecepatan maksimal 306 kilometer per jam atau 165 knot.
Baca Juga: Panglima TNI Kunjungi Mako Paspampres Cek Alutsista
Helikopter ini mampu mencapai ketinggian maksimum hingga 5.865 meter atau 19.242 kaki; dengan rate of climb 8,9 meter per detik.
Selain itu, helikopter Panther AS 565 juga dibekali dengan sejumlah persenjataan, antara lain meriam M621 20 mm; roket 68 mm atau 70 mm; rudal matra Mistral udara-ke-udara; rudal AS 15 TT anti-permukaan; HOT rudal anti-tank; dan MK46 atau Whitehead A244 anti-kapal selam torpedo.
Helikopter yang berada di bawah Komando Skuadron 100 Wing Udara 2 Puspenerbal ini mampu mendeteksi keberadaan kapal selam yang dilengkapi dengan dipping sonar L3 ocean system DS-100 helicopter long-range active sonar (helras), yang dapat beroperasi optimal di laut dangkal, maupun dalam. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































