Jakarta, IDM – Pemerintah Australia memutuskan untuk membeli lebih dari 200 rudal jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat (AS) senilai $833 juta. Langkah itu merupakan bagian dari modernisasi alutsista jangka panjang.
Dilansir dari Reuters, Rabu (23/8), Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan bahwa dengan pembelian ini, Australia akan menjadi satu dari tiga negara yang memiliki Tomahawk selain AS dan Inggris.
Baca Juga:ย Iran Pamer Drone โMohajer 10โ, Diklaim Mampu Jangkau Target Hingga 2.000 km
“Kami berinvestasi dalam kemampuan yang dibutuhkan Angkatan Pertahanan, untuk menjaga keamanan warga Australia ditengah dinamika yang kompleks dan tidak pasti,” kata Marles.
Nantinya, Tomahawk akan digunakan Angkatan Laut Australia untuk memperkuat kapal perusak kelas Hobart. Selain Tomahawk, kapal itu telah dilengkapi rudal antipesawat jarak jauh SM-6, yang menggantikan sistem rudal Harpoon, dan torpedo MU90.
“Rudal yang diluncurkan dari kapal dan diproduksi oleh RTX Corp ini akan dikerahkan untuk kapal perusak kelas Hobart milik Angkatan Laut Australia,” katanya.
Baca Juga: Rusia Bangun Kapal Selam Baru, Akan Dilengkapi Rudal Hipersonik Zircon
Tomahawk merupakan rudal jelajah yang diluncurkan yang mampu menjangkau 1500 km, dan terbang pada ketinggian rendah dengan kecepatan sub-sonik. Rudal ini pun dirancang untuk sulit dideteksi radar.
Selain sebagai langkah modernisasi, sebelumnya Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan negaranya perlu meningkatkan kekuatan pertahanan di tengah postur kekuatan Cina yang semakin agresif di kawasan Indo-Pasifik. (bp)