ANALISA

Pentingnya Manajemen Intelektual Pertahanan

Sjafrie Sjameoeddin
Sjafrie Sjameoeddin. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM – Dalam konteks pertahanan negara, saya merefleksikan pengalaman para bapak bangsa sebagai motivasi profesional mengelola sistem pertahanan. Manajemen intelektual pertahanan atau defense intellectual management (DIM) merupakan suatu resultan dari kualitas praktis dan akademis bagi profesional yang diterapkan dalam interaksi kepemimpinan dan manajemen untuk membangun kekuatan pertahanan dalam merespons ancaman dan tantangan multidimensional.

Di era globalisasi tanpa batas yang ditandai kemajuan komunikasi dan informasi serta pengetahuan dan teknologi yang dipastikan memengaruhi tata nilai dan pola penyelenggaraan pertahanan negara dalam menghadapi ancaman dimensional yang kompleks, diperlukan kualitas kemampuan pertahanan yang unggul untuk menekan eskalasi ancaman.

DIM berawal dari panggilan hak dan kewajiban konstitusi membela negara bagi setiap warga negara dari berbagai aspek profesi baik militer maupun nonmiliter. Dalam kaitan memelihara kualitas seorang profesional, sangat baik mengembangkan DIM sebagai suatu adrenalin solusi manakala saat diperlukan, maka DIM menjadi cairan solusi yang muncul seketika tanpa perlu mencari referensi ketika hendak menangani masalah.

Baca Juga: Presiden Korut Kerahkan 250 Peluncur Rudal

DIM bukanlah suatu struktur institusional, tetapi merupakan individual capability profesional yang sarat dengan tantangan, kemauan, dan kesanggupan individual yang tidak diperoleh seketika, tetapi melalui tiga jalur pengembangan.

Jalur pertama adalah pentingnya pendidikan dan pelatihan. Jalur kedua menjalani beragam pengalaman tugas dan kegiatan. Sedangkan jalur ketiga, yaitu melakukan pengembangan diri untuk melengkapi kemampuan.

Tiga jalur itulah yang membentuk modal berharga bagi kemampuan individu. Modal tersebut tentu dihadapkan dengan berbagai pasang surut tantangan bahkan pengorbanan. Di sinilah kualitas profesional dituntut sikap pantang menyerah walaupun menghadapi tantangan sepahit apapun tetap tegar tidak akan punah menghadapi tekanan meski berat.

Baca Juga: Usai Pembunuhan Pemimpin Hamas, Iran Sebut akan Hukum Israel

Tuntutan pertahanan negara saat ini menghadapi permasalahan yang kompleks dan eskalatif tidak cukup dihadapi dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern dan organisasi militer yang canggih, tetapi memerlukan suatu kualitas DIM yang dikelola dalam kepemimpinan dan manajemen yang multiguna.

Mengapa? Kita tidak boleh terkecoh dengan istilah “perang modern” yang bertumpu pada berbagai ragam kecanggihan teknologi, tetapi akhirnya makna “the man behind the gun” dari seorang profesional itulah yang menjadi tumpuan solusi mengatasi permasalahan yang sebenarnya.

DIM ibarat seorang pilot yang mengumpulkan jam terbang yang harus dijalani sendiri. Semakin sering menangani intensitas masalah, maka semakin tajam kualitas SDM seorang profesional. (Letnan Jendral (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.