Pengukuhan Lambang Kesatuan, KSAU Tegaskan TNI AU Siap Hadapi Dinamika Tantangan

Jakarta,IDM - Pengembangan organisasi militer strategis menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk selalu bersiap dan cepat dalam menghadapi dinamika tantangan zaman.
“Seiring dengan dinamika tugas ke depan, TNI Angkatan Udara membutuhkan satuan- satuan di level pendidikan, agar selalu berada pada level tertinggi untuk mampu meningkatkan kemampuan SDM para prajurit dirgantara, mulai dari pendidikan dasar hingga tingkat lanjutan,” tegas Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Demikian disampaikan Fadjar dalam sambutannya saat memimpin upacara pengkukuhan lambang-lambang kesatuan jajaran Kodiklatau di Gedung Soeharnoko Harbani, Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (9/9).

Pengembangan organisasi militer tersebut kemudian juga disertai dengan peresmian lambang-lambang satuan. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah peningkatan prodesionalisme yang sejalan dengan rencana strategis pembangunan kekuatan matra udara yang telah ditentukan.
Dikutip dari keterangan Dispenau, lambang-lambang kesatuan jajaran Kodiklatau yang dikukuhkan adalah Wing Pendidikan (Wingdik) 100/ Terbang, Wingdik 200/ Elektronika, Wingdink 300/ Teknik, Wingdik 400/ Matukjur, Wingdik 500/ Umum, Wingdik 600/ Pembekalan, Wingdik 700/Hanud, Wingdik/800 Passat, dan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa).
Pengukuhan lambang-lambang kesatuan jajaran Kodiklatau merupakan tindak lanjut dari Keputusan KSAU Nomor Kep/67/II/2022 tanggal 24 Februari 2022 tentang Perubahan Nomenklatura dan Kedudukan Wing Pendidikan di Jajaran Komando Pembukaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AU.
Selanjutnya, Keputusan KSAU Nomor Kep/242/VII/2022 tanggal 19 Juli 2022 tentang Alih Kodal Kendali Satuan Skadron Pendidikan dan Perubahan Tugas Serta Kedudukan Skadron Pendidikan di Jajaran Komando Pembukaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AU. (yas)
Hankam

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran
Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































