NATO Berencana Tambah Pasukan Perdamaian Secara Permanen di Kosovo

Jakarta, IDM - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menambah jumlah pasukan perdamaian secara permanen di wilayah Kosovo untuk menekam ketegangan dan menjaga situasi tetap terkendali.
“Kami sekarang sedang meninjau apakah kami harus melakukan peningkatan yang permanen untuk memastikan bahwa hal ini tidak lepas kendali dan menciptakan konflik kekerasan baru di Kosovo atau wilayah yang lebih luas,” kata Stoltenberg melansir Reuters, Selasa (21/11).
Baca Juga: Armenia dan Azerbaijan Sepakati Prinsip Dasar Perjanjian Perdamaian
Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya dan memisahkan diri dari Serbia pada 2008. Dimana mayoritas penduduk Kosovo adalah etnis Albania, dengan 1,8 juta penduduk. Namun, hingga kini puluhan warga Serbia di perbatasan tidak mengakui deklarasi kemerdekaan Kosovo tersebut.
Sekitar 50.000 orang Serbia itu tidak bersikeras menganggap Beograd sebagai ibu kotanya. Mereka sering bentrok dengan polisi Kosovo dan pasukan penjaga perdamaian internasional seperti pada bulan September lalu.
Baca Juga: Ukraina: Serangan Drone Rusia Sebabkan Mati Listrik
NATO pun telah mengirim ratusan pasukan tambahan ke Kosovo dari Inggris dan Rumania usai bentrokan yang dipicu oleh boikot pemilu lokal dari warga etnis Serbia di Kosovo bagian utara tersebut.
Pasukan itu dikenal dengan nama KFOR, Pasukan penjaga perdamaian NATO khusus untuk Kosovo, yang telah beroperasi sejak 1999. Mereka berjumlah sekitar 4.500 tentara dari 27 negara. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































