Momen Pangdam II/Sriwijaya Latih Prajuritnya Bela Diri Jarak Pendek

Jakarta, IDM - Panglima Kodam (Pangdam) II/Sriwijaya, Mayjen TNI Mohammad Naudi turun langsung melatih prajuritnya bela diri jarak pendek. Momen ini terjadi saat Pangdam meninjau langsung latihan Bela Diri Taktis (BDT) yang diberikan langsung dari Disjasad TNI AD.
"Hari ini, hari terakhir latihan, Pangdam berkesempatan meninjau dan ikut mempraktekkan gerakan bela diri yang digalakkan oleh Panglima TNI dan sekarang dilatihkan diseluruh satuan TNI, seperti di Kodam II/Swj juga di hadiri prajurit dari Lanal dan Lanud Palembang," kata Kapendam II/Swj Kolonel Arh Saptarendra P dalam keterangannya, Senin, (6/5).
Baca Juga: Danyonif 321 Kostrad Bekali Prajurit 4 Materi Penting, Salah Satunya Pengetahuan Tempur Modern
Lebih lanjut kata Kapendam, saat memberikan pengarahan, Pangdam II/Swj juga mencontohkan gerakan perkelahian jarak pendek itu.
"Diantaranya respon terhadap serangan musuh dengan gerakan cepat namun mematikan dan juga melumpuhkan musuh dengan kombinasi kuncian," terang Kapendam.
Baca Juga: Tim Gabungan Pomdam I/BB Ringkus Pengedar 104 Gram Sabu di Labuhan Batu
Berikutnya Pangdam juga mencontohkan titik-titik kelemahan manusia diantaranya di bagian tangan dan muka yang ketika di serang dampaknya luar biasa.
"Ini penting, karena menurut Pangdam, sebagai prajurit yang punya naluri tempur harus punya reaksi yang cepat dan memberikan kejutan serangan yang efektif serta melumpuhkan musuh," jelas Kapendam. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































