Menghadapi Pasukan Ukraina, AS Sebut Rusia Gunakan Bahan Kimia

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia telah melanggar Konvensi Senjata Kimia dengan menggunakan chloropicrin dan gas air mata dalam menghadapi pasukan Ukraina di medan tempur.
"Rusia telah menggunakan senjata kimia chloropicrin saat menghadapi pasukan Ukraina dan melanggar Konvensi Senjata Kimia…Rusia (pun) menggunakan agen pengendali kerusuhan (gas air mata) sebagai metode peperangan di Ukraina, yang juga merupakan pelanggaran," tulis Departemen Luar Negeri AS melansir State.gov, Kamis (2/5).
Baca Juga: Ingin ‘Kemenangan Total’, Perdana Menteri Israel akan Perluas Serangan ke Rafah
Dalam laporan itu disebutkan juga bahwa bahan kimia merupakan salah satu metode peperangan yang diandalkan oleh Rusia. Tujuannya untuk memukul mundur pasukan Ukraina dan meraih keuntungan taktis di medan tempur.
"Penggunaan bahan kimia tersebut bukanlah satu-satunya insiden, dan mungkin didorong oleh keinginan Rusia untuk mengusir pasukan Ukraina dari posisi yang dibentengi dan meraih keuntungan taktis di medan perang," katanya.
Baca Juga: Rusia Klaim Berhasil Tembak Jatuh Rudal ATACMS Buatan AS
Senjata kimia merupakan salah satu senjata yang digunakan sejak Perang Dunia Ke-1 sampai tahun 1960an. Senjata ini dianggap sangat mematikan hingga akhirnya dilarang dalam Konvensi Senjata Kimia pada tahun 1993 dan dibentuklah Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW).
Sementara, chloropicrin terdaftar sebagai 'choking agent' yang menyerang sistem pernapasan. Biasanya berbentuk gas dan menyebabkan peradangan pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Jika dihirup, korban akan merasa seperti tenggelam dan akhirnya berujung kematian. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































