Jakarta, IDM – Marinir TNI AL bersama United States Marine Corps (USMC), Chili, dan Sri Lanka melaksanakan latihan tempur terintegrasi (Force Integration Training) dalam Rim of The Pacific (Rimpac) 2024 di Hawaii, Amerika Serikat, Sabtu (13/7).
Kolaborasi pasukan angkatan laut dari 4 negara tersebut melalui kolaborasi integrasi tempur, berhasil merebut dan menguasai kota kecil yang disimulasikan berada di Marines Corps Training Area Bellows (MCTAB).
Baca Juga: Ratusan Prajurit Kopassus Angkatan 65 Berkumpul di Makopassus, Ada Apa?
Komandan Unsur Tugas Korps Marinir Mayor (Mar) Lukman Susanto menjelaskan tempur terintegrasi merupakan tahap lanjutan pada fase pangkalan (harbour phase).
Latihan ini mengintegrasikan antara pasukan Marinir dan unsur udara yang dirangkai dari tahap taktik militer atau tactical floor game (TFG), mobilitas udara (assault support), dan diselesaikan dengan peperangan kota (military operations on urban terrain).
“Tahap ini sebagai latihan lanjutan sebelum masuk ke tahap akhir, yaitu faseb taktis (tactical phase) yang merupakan puncak latihan dari latihan bersama Rimpac 2024,” jelas Lukman, dikutip dari keterangan Pasmar 2, Senin (15/7).
Baca Juga: Pengamat: Tak Perlu Benturkan Pernyataan Prabowo Soal Keamanan Negara dengan Program Jokowi
Lukman juga menyampaikan latihan gabungan ini dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut yang bertujuan membangun hubungan kerja sama multilateral untuk meningkatkan Interoperabilitas dan kemahiran prajurit.
“Prajurit tiap negara saling melakukan bertukar pengetahuan taktik, strategi, persenjataan serta alat utama sistem pertahanan (alutsista) untuk memperkuat komitmen bersama, juga kontribusi pada perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik,” tandasnya.
Sebelumnya, pada pembukaan Rimpac 2024 di Pearl Harbour, Amerika Serikat, Kamis (27/6) lalu, Komandan Satgas Gabungan Laksamana Madya John Wade menjelaskan gambaran umum dan inti latihan operasi untuk para pasukan Marinir.
Baca Juga: KSAD Beberkan Peran TNI AD Menuju Indonesia Emas
Dalam latihan yang dijadwalkan dari 27 Juni-2 Agustus, pasukan Marinir dari berbagai negara bakal menjalani serial latihan patroli tanpa perlindungan, pertempuran kota (military operation urban training), permintaan bantuan tembakan (call for fire) hingga taktik serangan udara (air assault tactics).
Kemudian, serial latihan small boat, menembak teknik sniper, cara bertahan hidup di hutan (jungle survival), materi nuklir, biologi, dan kimia (nubika), perawatan medis (combat casualty care), dan pengetahuan pesawat nirawak tempur (small unmanned aerial system). (at)