Mantan Presiden Rusia Ungkap Ancaman Sistemik Jika NATO Tidak Mengakui Krimea

Jakarta, IDM - Mantan Presiden Rusia yang saat ini menjabat sebagai Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengungkapkan, jika Ukraina atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia, maka hal tersebut menjadi ancaman sistemik bagi negeri beruang putih.
Dilansir dari Reuters, Selasa (19/7), Pejabat Intelijen Ukraina Vadym Skibitsky mengatakan, Krimea dibenarkan untuk menjadi target serangan balik karena memiliki nilai strategis bagi Rusia. Negara "Beruang Putih" itu membangun markas besar armada Laut Hitam di Sevastopol. Terlebih, isu Krimea turut berperan dalam pecahnya peperangan Rusia-Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin sempat menyinggung keinginan Ukraina yang ingin bergabung dengan NATO. Jika hal itu terjadi, menurut Putin, Kiev pasti merebut kembali Krimea dari Rusia dan ia menegaskan tidak akan melepaskan Krimea. Atas kondisi itulah, Putin menilai perang tak bakal terhindarkan.
Sebelum meletuskan serangan ke Ukraina pada Februari lalu, Putin mengaku kekuatan militer Rusia memang kalah dengan NATO, namun ia memperingatkan Rusia adalah salah satu kekuatan nuklir terbesar di dunia. Dalam pandangannya, jika Rusia dan NATO pada akhirnya nanti berperang, tidak akan ada pemenang dalam pertempuran tersebut. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































