Jakarta, IDM โ KRI RE Martadinata-331 bersama puluhan kapal perang angkatan laut dunia bertolak dari Pearl Harbour menuju Samudra Pasifik, Kamis (11/7), untuk tahap laut (sea phase) latihan bersama Rim Of The Pacific (Rimpac) 2024.
Kapal perang TNI AL yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S itu akan melaksanakan 9 materi latihan, meliputi kompetisi bantuan tembakan ke darat (NSFS Rodeo), pertahanan udara atau rudal (Raidex), anti-kapal selam (Casex), pembekalan di laut (UNREP).
Kemudian, latihan keamanan laut VBSS (MSOEX), operasi lawan udara defensif (DCA), tembakan permukaan (Gunex), Photoex, dan tahap tactical yang nantinya seluruh unsur kekuatan gelar Rimpac akan menghadapi simulasi kekuatan lawan (OPFOR).
Baca Juga: Armed TNI AD Akan Punya Alutsista Baru, Jarak Tembak Ratusan Kilometer
“Prajurit TNI AL pada latihan bersama Rimpac 2024 akan menunjukkan keterampilannya dalam peperangan antikapal selam, udara, dan antikapal permukaan,” ujar Adam, dikutip dari keterangan Dispenal.
Adapun dalam latihan bersama ini, KRI RE Martadinata akan berlatih dengan 29 negara yang melibatkan 40 kapal perang permukaan, 3 kapal selam, 150 lebih unsur pesawat, dan 25.000 prajurit yang akan berlangsung sampai Kamis (1/8) mendatang.
“Latihan maritim internasional terbesar di dunia ini memberikan kesempatan pelatihan peperangan modern serta dapat mempererat hubungan antarnegara,” kata Adam yang juga selaku Komandan Satgas Rimpac 2024.
Baca Juga: Mengenal Batalyon Armed Rencong Sakti dan Kilap Sumagan di Wilayah Sumatera
Sebelumnya, Adam mengungkapkan KRI RE Martadinata akan mengikuti tahap laut latihan bersama Rimpac 2024 selama tiga minggu non-stop, tanpa sandar di pangkalan untuk mampu membuktikan ketahanan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista).
KRI RE Martadinata bersama 183 personel jajaran TNI AL bertolak dari Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/5) menuju Hawaii, Amerika Serikat untuk mengikuti latihan bersama Rimpac 2024 yang akan berlangsung dari 27 Juni-2 Agustus. Ratusan personel tersebut terdiri dari 128 awak KRI, 5 staf latihan, 43 prajurit Marinir, dan 7 prajurit Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska). (at)