KRI Lepu-861 Tangkap Kapal Pengangkut Pekerja Migran Ilegal di Selat Malaka

Jakarta, IDM – KRI Lepu-861 yang tergabung dalam Patroli Terkoordinasi Malaysia Indonesia (Patkor Malindo 167/25) menangkap kapal pengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural di perairan Selat Malaka, Kamis (27/2).
Mayor Laut (P) Anshari Ahmad Junaidi selaku komandan KRI Lepu-861 menjelaskan penangkapan dilakukan bermula dari informasi pengawas yang ia pimpin melaporkan keberadaan sebuah kapal motor.
Baca Juga: Momen Bahagia 967 Siswa Lulus Tamtama TNI AD
Melihat pergerakan tersebut, KRI Lepu-861 segera melaksanakan pengecekan menggunakan radar sehingga posisi kapal terdeteksi pada jarak 3 nanometer dekat perbatasan Perairan Indonesia dan Malaysia.
"Tak lama berselang setelah dilaksanakan pengejaran dan penghentian sesuai dengan prosedur, prajurit KRI Lepu-861 langsung memeriksa dan menggeledah isi kapal motor tersebut," tulis keterangan dari Dispenal, Jumat (28/1).
Baca Juga: Ratusan Prajurit Muda TNI AL Ikuti Pendidikan Spesialisasi Perwira
Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat 12 orang yang diduga PMI ilegal serta tiga anak buah kapal dalam kapal yang turut mengangkut bahan bakar dan persediaan makanan. Kapal ini rencananya akan berlayar menuju Malaysia.
"Selanjutnya 12 PMI non prosedural diserahkan kepada kantor Imigrasi Tanjung Balai Asahan. Sedangkan 3 ABK kapal dan barang bukti berada di Mako Lanal TBA untuk pemeriksaan lebih lanjut," tulis keterangan tersebut. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































