INTERNASIONAL

Korut Uji Coba Rudal Usai Gagal Luncurkan Kapal Perusak Baru

Presiden Korut Kim Jong Un
Presiden Korut Kim Jong Un awasi langsung uji coba rudal jelajah baru Padasuri-6 pada Februari 2024. (Foto: Dok. Kcna.kp)

Jakarta, IDM - Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa Korea Utara (Korut) uji coba beberapa rudal jelajah ke arah Laut Timur usai gagal meluncurkan kapal perusak Choe Hyon Class baru seberat 5.000 ton pada beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Yonhap, Jumat (23/5), Kepala Staf Gabungan Korsel (Joint Chief of Staff/JCS) mendeteksi peluncuran beberapa rudal jelajah Korut dari wilayah Sondok di Provinsi Hamgyong Selatan. Namun, tidak diungkapkan berapa jumlah rudal yang diluncurkan.

Baca Juga: Inggris: Rusia Lakukan Serangan Siber ke Berbagai Pihak yang Bantu Ukraina

Lebih lanjut, JCS memperkirakan bahwa rudal itu diluncurkan dari platform maritim. JCS pun tengah melakukan analisis terperinci dengan otoritas intelijen AS terkait rudal tersebut.

"Kami memantau dengan saksama aktivitas Korut sehingga Pyongyang tidak salah menilai situasi keamanan saat ini. Kami mempertahankan kemampuan untuk secara luar biasa menanggapi setiap provokasi," kata JCS.

Korut telah menggelar serangkaian demonstrasi militer pada bulan ini, termasuk peluncuran beberapa rudal balistik jarak pendek ke Laut Timur pada 8 Mei lalu. Adapun, Korut dilarang mengembangkan rudal balistik berdasarkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) sejak 2006.

Baca Juga: Zelensky Desak NATO untuk Tekan Rusia Demi Perdamaian yang Adil

Resolusi 1718 DK PBB itu menuntut Korut menahan diri dari uji coba nuklir atau rudal balistik Korut juga harus menghentikan program nuklir dengan cara yang “lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat diubah".

Sanksi utama dari resolusi itu adalah negara-negara anggota PBB dilarang melakukan “penyediaan, penjualan, atau transfer langsung atau tidak langsung” ke Korut, atas persenjataan berat, seperti tank, kendaraan lapis baja, artileri kaliber besar, pesawat tempur, helikopter serang, kapal perang, dan sistem rudal. Mereka juga dilarang untuk menyediakan suku cadang untuk persenjataan berat tersebut. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.