Kerahkan Pesawat C-130J Super Hercules, Indonesia Kirim Hibah Senjata dan Amunisi ke Kamboja

Jakarta, IDM – Pesawat C-130J Super Hercules milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) dikerahkan untuk mengirim hibah senjata dan amunisi pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, untuk Komando Pasukan Khusus Tentara Royal Kamboja, Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF), Kamis (29/8).
"Pengiriman hibah senjata dan amunisi ini diberangkatkan ke Kamboja dengan pesawat C-130J Super Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta," tulis Humas Kemhan dikutip dari laman resminya, Jumat (30/8).
Dalam misi kali ini, pesawat C-130J akan menempuh rute Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Lanud Raden Sadjad Natuna terlebih dahulu, dan pemberhentian terakhir di Phnom Penh, Kamboja.
Mayor Pnb Ulung Purwodanta bertindak sebagai pilot in command dalam misi kali ini dengan 12 kru pesawat dan 3 orang observer yang berasal dari Sops TNI dan Sops TNI AU.

Hibah senjata dan amunisi ini, disebut Kemhan menjadi wujud nyata atas kemampuan Indonesia dalam mempromosikan keunggulan produksi dalam negeri.
Baca Jaga: Sidak Alutsista di Yonkav 5/DPC, Begini Kondisinya
"Misi ini juga menjadi ajang promosi bagi industri pertahanan dalam negeri yang terus berkembang," kata Dirjen Kuathan Kemhan Marsda TNI H. Haris Haryanto dalam sambutannya saat memimpin acara serah terima dan pengiriman hibah.
Selaras dengan hal itu, Haris menambahkan bahwa kegiatan ini dapat mempererat hubungan bilateral dan kerja sama di antara Indonesia dengan Kamboja untuk memastikan keamanan dan mendukung terciptanya stabilitas di kawasan.
Baca Juga: Kaskoopsudnas Ungkap Rencana Demo Udara HUT ke-79 TNI, Flypast Pesawat hingga Drone Theatrical
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, M. Herindra saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI pada awal Juni 2024 mengungkap, hibah ini dilaksanakan dengan pertimbangan berbagai aspek, yaitu secara strategis dapat mendukung dan selaras dengan renstra pembangunan pertahanan serta dapat meningkatkan kekuatan dan persiapan pertahanan.
“Rencana hibah ini berupa senjata dan munisi baru produksi PT Pindad yang berasal dari pengadaan Kemhan tahun anggaran 2021 dengan nilai Rp 8 miliar lebih,” kata Wamenhan dalam paparannya. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































