Kekurangan Pasukan Perang, Ukraina Bebaskan Bersyarat Narapidana

Jakarta, IDM – Ukraina mulai membebaskan para narapidana dengan kategori tertentu, dan menugaskan mereka untuk bergabung menjadi tentara bayaran dalam memukul mundur Rusia.
Dilansir dari AP, Senin (1/7), hal itu dilakukan sebagai bagian dari memperkuat pertahanan dalam konflik bersenjata yang telah berlangsung selama dua tahun. Meskipun Ukraina tidak mengumumkan rincian jumlah pasukan maupun korban, beberapa komandan perang secara terbuka mengakui bahwa mereka menghadapi masalah sumber daya manusia.
Baca juga: Ancam Perdamaian Regional, Korut Kecam Latma Korsel, Jepang dan AS
Wakil Menteri Kehakiman Ukraina Olena Vysotska mengatakan, hingga kini lebih dari 3.000 tahanan telah dibebaskan bersyarat dan ditugaskan ke unit militer sejak peraturan perekrutan tersebut disetujui oleh parlemen pada bulan lalu.
“Banyak motivasi datang dari (napi) yang ingin pulang sebagai pahlawan, dan tidak pulang dari penjara,” kata Vysotska.
Baca juga: Rusia Akan Respons Tegas Penerbangan Drone AS di Laut Hitam
Para narapidana bisa mendapatkan pembebasan bersyarat setelah melalui wawancara, pemeriksaan kesehatan, dan peninjauan hukuman mereka. Bagi narapidana yang dihukum karena pemerkosaan, penyerangan seksual, pembunuhan dua orang atau lebih, atau kejahatan terhadap keamanan nasional Ukraina, tidak memenuhi syarat.
Setelah pemeriksaan, narapidana yang dibebaskan bersyarat dikirim ke pelatihan dasar di kamp, di mana mereka belajar cara menggunakan senjata dan pengetahuan terkait pertempuran lainnya. Lalu, mereka akan dilatih lebih intens ketika telah bergabung dalam unit masing-masing. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































