Hormat Panglima TNI Iringi Kedatangan Jenazah Prajurit yang Gugur Diserang KST Papua

Jakarta, IDM - Hormat Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengiringi kedatangan jenazah prajurit yang gugur dalam Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (20/4) sore.
Mengutip keterangan Pusat Penerangan TNI, Jumat (21/4), jenazah keempat prajurit diberangkatkan dari RSUD Timika, Kabupaten Mimika Papua menuju Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat Hercules. Usai penghormatan, jenazah tersebut kemudian diantarkan kepada keluarganya masing-masing.
Baca Juga: Minimalisir Risiko Bencana, Lanud Wiriadinata Pasang Alat Pemantau Cuaca di Pantai Pangandaran
Jenazah Pratu Miftahul Arifin menuju Solo, Jawa Tengah. Mendiang Pratu Ibrahim ke Palembang, Prada Sukra ke Padang dan Pratu Kurniawan menuju Karawang, Jawa Barat.
Keempat prajurit itu merupakan personel Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna (Yonif R 321/GT). Mereka dinyatakan gugur usai kontak tembak dengan KST Papua, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Pussenarmed Gelar Uji Coba Pelatihan Live Firing Findart SV 4 Meriam 155 Caesar
Panglima Yudo memastikan operasi tetap berlanjut, bahkan menaikkan status operasi menjadi siaga tempur. Ia menjelaskan berubahnya status ini buntut serangan KST Papua terhadap TNI.
“Dari awal saya sudah katakan kita akan melakukan operasi penegakan hukum, yakni dengan cara soft approach. Tapi dengan kondisi seperti ini, khususnya di daerah tertentu, ya kita ubah operasinya menjadi operasi siaga tempur,” ujar Yudo. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































