Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) berencana mempersiapkan ribuan drone dan peralatan militer berteknologi canggih sejenis lainnya selama dua tahun ke depan. Hal itu dilakukan sebagai peralihan ke “sistem nirawak” untuk menghadapi keunggulan jumlah personel dan senjata Cina.
Dilansir dari Defense.gov, laman resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) AS, Selasa (29/8), Wakil Menhan AS Kathleen Hicks mengatakan bahwa โkeharusan untuk berinovasiโ sangat penting ditengah persaingan strategis dengan Cina.
Baca Juga:ย Hadapi Dinamika Ancaman, Presiden Korut Serukan Peningkatan Angkatan Laut
Dalam pidatonya di Konferensi Pertahanan Pentagon, Hicks menyoroti ancaman militer yang ditimbulkan oleh Cina dan potensinya melampaui kekuatan militer AS. Menurutnya, keunggulan utama Cina yaitu banyaknya jumlah pasukan dan persenjataan, sedangkan AS mampu menguasai karakter peperangan.
“Cina bekerja dengan fokus dan tekad untuk membangun militer modern. Keunggulan militer utama Cina yaitu massa: lebih banyak kapal, lebih banyak rudal, lebih banyak orang,” kata Hicks.
Baca Juga:ย Suriah Sebut Israel Kembali Serang Bandara Aleppo
Menyikapi kekuatan Cina tersebut, AS akan mengerahkan teknologi nirawak secara masif yang akan selalu siap sedia menghadapi kemungkinan ancaman. Selain itu, sistem nirawak juga dianggap lebih unggul karena fleksibel dan ketangguhannya di berbagai domain tempur.
“Sasaran AS adalah untuk menerapkan sistem nirawak yang dapat diatribusikan dalam skala ribuan di berbagai domain, pada 18 hingga 24 bulan ke depan. Teknologi nirawak di semua domain ini akan lebih murah dan menempatkan lebih sedikit orang dalam bahaya,” ujarnya. (bp)