Jumat, 4 April 2025

Danlanal Palembang: Mata Rantai Terputus Jadi Metode Penyelundupan Benih Lobster

Jakarta, IDM โ€“ย Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Palembang Kolonel Laut (P) Sandy Kurniawan menyebut mata rantai terputus menjadi metode yang umum digunakan dalam kegiatan penyelundupan benih bening lobster.

Metode tersebut digunakan dalam dua kali kasus penggagalan upaya penyelundupan benih lobster yang akan dikirimkan ke Singapura dengan tujuan akhir Vietnam. Kasus pertama, pada Kamis (2/5), Lanal Palembang berhasil mengamankan 99.648 ekor benih lobster senilai Rp15 milyar di Pesisir Sungai, Banyuasin, Sumatra Selatan.

Kasus kedua, Lanal Palembang kembali menggagalkan upaya penyelundupan ribuan ekor benih lobster senilai Rp46,8 milyar di Perairan Lambur Luar, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (10/5). Dari penangkapan ini, sebanyak 277.800 ekor benih lobster jenis pasir dan mutiara yang terbagi ralam 52 kotak styrofoam, berhasil diamankan.

“Jadi memang para terduga yang kami tangkap ini ibaratnya seperti jaringan terputus,” ungkap Sandy kepada awak media saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/5).

Baca Juga:ย Ini Kehebatan Kapal Perang Belanda HNLMS Tromp yang Bersandar di Jakarta

Sandy menjelaskan, metode rantai putus dalam dua kasus upaya penyelundupan benih lobster ini merekrut warga yang berbeda menjadi pelaku “perantara” untuk membawa benih lobster dari satu tempat ke titik lainnya hingga sampai negara tujuan akhir.

“Mereka ini hanya warga lokal yang ditugaskan untuk menyeberangkan benih lobster hingga sampai ke negara yang menjadi tujuan akhir penyelundupan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, Sumatra Selatan dan Jambi memang menjadi wilayah transit para pelaku penyelundupan benih lobster, sebelum mereka akan melakukan penyeberangan. Misalnya, para pelaku bakal berupaya membawa barang ke negara luar yang terdekat terlebih dulu, seperti Singapura yang hanya berjarak sekitar 100 kilometer dari Banyuasin dan Tanjung Jabung Timur.

“Sumatra Selatan dan Jambi ini menjadi transit para penyelundupan, sebelum mereka menyeberangkannya ke luar negeri, yang terdekat memang Singapura,” ungkap Sandy.

Baca Juga:ย Perkokoh Kekuatan Angkut, TNI AU Sambut Kedatangan Pesawat Kelima C-130J Super Hercules

“Jadi, kalau dari Perairan Tanjung Jabung Timur atau Perairan Jambi dan Sumatra Selatan, ini buat transit. Apabila benih lobster ditransfer menggunakan kapal cepat, dalam waktu dua jam mereka sudah bisa lewat Singapura sehingga wilayah itu sangat ideal dijadikan sebagai transit terakhir, sebelum mereka bawa ke luar negeri,” sambungnya.

benih bening lobster
Konferensi pers penangkapan kedua oleh Lanal Palembang terhadap upaya penyelundupan benih bening lobster, Jakarta, Kamis (16/5). (IDM/Aini Tartinia)

Adapun kronologi penangkapan tersebut bermula saat tim gabungan F1QR Lanal Palembang melaksanakan penyekatan dan pengamatan di Perairan Tanjung Jabung Barat dan Timur.

Perairan Tanjung Jabung Barat dan Timur tersebut terbagi antara lain Perairan Kuala Tungkal, Perairan Mendahara, Perairan Lagan, Perairan Kampung Laut, Perairan Lambur, dan Perairan Nipah Panjang.

Sandy melanjutkan, pada pukul 23.17 WIB, tim gabungan melihat kapal kayu mencurigakan jenis pompong yang ditutupi terpal, melintas di Perairan Lambur menuju ambang luar atau laut yang termonitor oleh tim penyekatan.

Baca Juga:ย Tradisi Unik Prajurit Yonif 515 Kostrad, Mau Nikah Harus Gowes Becak Dulu

“Tim saat itu terus melakukan pengamatan serta pengejaran terhadap kapal kayu jenis pompong tersebut. Namun, pada saat dikejar, pelaku justru menambah kecepatan sehingga petugas memberikan satu tembakan peringatan pertama,” kata Sandy.

Saat berhasil ditangkap, diperoleh data pelaku berinisial MS (31), SL (42), HT (30), dan MR (23) beserta barang bukti berupa 52 kotak styrofoam berisikan benih bening lobster jenis pasir dan mutiara sebanyak 277.800 ekor.

“Satu kotak styrofoam berisikan 30 kantong plastik dengan rincian 209 ekor benih bening lobster per kantongnya,” ujar Sandy.

Selain itu, kata dia, para petugas juga mengamankan barang bukti sarana angkut satu unit kapal kayu jenis pompong GT3 yang digunakan pelaku untuk menyelundupkan benih bening lobster.

“Para pelaku beserta barang bukti telah diamankan ke Pos Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar) TNI AL Kampung Laut untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. (at)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer

Menilik Sejarah Tanda Pengenal Pesawat TNI AU

Mengenang Peristiwa Bandung Lautan Api