Australia dan Jepang Kecam Tindakan Berbahaya Cina di Laut Cina Selatan

Jakarta, IDM – Australia dan Jepang mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam Cina bertindak "berbahaya dan memaksa" terhadap Filipina di Laut Cina Selatan.
Pernyataan itu diungkapkan usai pertemuan Menhan Jepang Minoru Kihara dan Menlu Jepang Yoko Kamikawa dengan Menhan Australia Richard Marles dan Menlu Australia Penny Wong dan di Kota Queenscliff, Australia pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Usai Operasi Militer 10 Hari, Pasukan Israel Mundur dari Jenin
"Kami menyatakan keprihatinan serius atas perkembangan terkini di Laut Cina Selatan, termasuk meningkatnya aktivitas berbahaya dan memaksa Cina terhadap Filipina, yang telah terjadi dengan frekuensi tinggi," tulis pernyataan bersama melansir Mofa.gov.jp, Jumat (6/9).
Pertemuan itu juga menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan latihan militer gabungan usai Cina melakukan pelanggaran terhadap wilayah udara dan perairan Jepang pada tanggal 26 bulan lalu.
Baca Juga: NATO Serukan agar Cina Berhenti Dukung Rusia
Kedua pihak juga sepakat untuk melanjutkan diskusi tentang upaya melibatkan Jepang dalam aliansi keamanan AUKUS yang terdiri dari Australia, Amerika Serikat, dan Inggris.
"Kami menegaskan akan lebih memperkuat kerja sama melawan upaya sepihak untuk mengubah status quo melalui kekerasan atau paksaan," ujarnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































