Jakarta, IDM โย Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken memperingatkan konsekuensi serangan besar-besaran Israel ke Rafah. Menurutnya, serangan itu tetap tidak akan melenyapkan Hamas.
Dilansir dari NBC, Senin (1/5), Blinken mengatakan bahwa serangan Israel ke Rafah akan memicu ‘anarki’ tanpa melenyapkan Hamas. Ia pun mengakui invasi itu berpotensi memakan korban dengan skala besar.
Baca Juga:ย Putin Tunjuk Seorang Ekonom untuk Gantikan Menhan Shoigu
โIsrael berada dalam jalur yang berpotensi mewarisi pemberontakan dengan banyak anggota Hamas bersenjata, atau, jika Israel memutuskan untuk berhenti, maka kekosongan tersebut akan diisi oleh kekacauan, diisi oleh anarki dan bahkan mungkin diisi kembali oleh Hamas,โ kata Blinken.
Sementara, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller menyebut Blinken telah berbicara dengan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant untuk menegaskan posisi AS yang menentang invasi di Rafah tersebut.
Baca Juga:ย HRW: Paramiliter Sudan Telah Lakukan Pembersihan Etnis
โMenteri (Blinken) menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk melindungi warga sipil dan pekerja kemanusiaan di Gaza,โ kata Miller. (bp)