Dituduh Israel Dukung Hamas, Turki: Propaganda Kotor

Jakarta, IDM – Turki menolak tuduhan Israel bahwa mereka telah mempersenjatai dan mendanai Hamas. Tuduhan itu disebut sebagai propaganda kotor Israel untuk mengalihkan perhatian dari perang di Gaza.

Bantahan tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Israel, Katz melalui platform X miliknya mengatakan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan telah “memasok senjata dan uang ke Hamas untuk membunuh warga Israel”.

Baca Juga:ย Cina dan Filipina Berkomitmen untuk Meredam Ketegangan di Laut Cina Selatan

“Israel berusaha menyembunyikan kejahatan Israel terhadap Palestina di balik serangkaian kebohongan, fitnah, dan rasa tidak hormat. Propaganda kotor Israel yang menargetkan Turki dan Presiden Erdogan, serta upaya operasi psikologis tidak akan membuahkan hasil,” tulis Kementerian Luar Negeri Turki, melansir Mfa.gov.tr, Senin (22/7).

Baca Juga:ย Serangan Berlanjut, Israel Tembak Jatuh Rudal Houthi

“Pemerintahan Netanyahu, yang telah membunuh hampir 40.000 warga Palestina di Gaza dan kini mencoba memulai perang regional agar tetap berkuasa, akan diadili di pengadilan internasional dan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut, ditekankan bahwa Turki akan terus mendukung dan menyuarakan kebenaran dalam membela hak rakyat Palestina untuk hidup secara adil dan damai.

Turki telah berulang kali mengecam Israel atas serangan brutal di Gaza, dan Erdogan menggambarkan Netanyahu sebagai ‘tukang jagal Gaza’. Erdogan pun sebelumnya memperingatkan bahwa tidak ada negara, termasuk Turki, yang akan aman jika serangan rezim Zionis di Gaza tidak berhenti. (bp)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Wakil Menteri Pertahanan Terima Kunjungan Kepala Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang Jenderal Yoshida Yoshihide di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta, (25/4).

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer