HANKAM

Wakil KSAL Ungkap Besaran Tunjangan Prajurit yang Bertugas di Wilayah Terpencil

WAKASAL dan KSAU.
Wakil KSAL Laksamana Madya Erwin S Aldedharma bersama KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono, mendampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis (13/3). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakil KSAL) Laksamana Madya Erwin S Aldedharma mengungkapkan upaya TNI AL untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit yang bertugas di daerah terpencil.

Hal tersebut disampaikan oleh Erwin saat mendampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI yang membahas revisi UU TNI, Jakarta, Kamis (13/3).

"Mekanisme upaya oleh TNI AL berdasarkan Peraturan Menteri Pertahanan (Permenhan) Nomor 10 Tahun 2010, tunjangan yang diberikan kepada setiap prajurit disesuaikan dengan wilayah penugasan," jelas Erwin, dikutip dari laman TNI AL, Jumat (14/3).

Baca Juga: Wakil KSAL Sematkan Bintang Jalasena Utama kepada Menhan dan Kepala BIN

Erwin memaparkan tunjangan yang diberikan kepada prajurit sesuai dengan tugas yang diberikan, seperti di daerah terpencil tanpa penduduk dan di pulau kecil berpenduduk.

"Tunjangan prajurit di daerah terpencil dengan biaya hidup mahal tanpa penduduk besarannya sekitar 150 persen dari gaji pokok dan di pulau kecil berpenduduk besarannya 100 persen dari gaji pokok," ujarnya.

Selain itu, dia juga mengatakan TNI AL akan terus mengevaluasi upaya-upaya peningkatan kesejahteraan para anggotanya dengan mendengarkan sejumlah masukan dari prajurit yang bertugas di lapangan.

Baca Juga: TNI AU Kerahkan Pesawat Tempur F-16 dalam Uji Coba Pengembangan Bom BNT-250

"Kami juga terus akan mengevaluasi sesuai dengan masukan dari prajurit-prajurit yang kembali dalam bertugas dan kami terus memperjuangkan untuk terus menyalurkan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku," kata Erwin.

Pada kesempatan yang sama, Agus menyampaikan terdapat beberapa pasal dalam UU TNI yang akan dilakukan perubahan, terkait tugas TNI dan batas usia pensiun prajurit TNI.

Pasal dalam UU TNI yang diajukan untuk direvisi antara lain pasal 3 tentang kedudukan; pasal 7 tentang tugas TNI; pasal 8 tentang tugas TNI AD; pasal 9 tentang tugas TNI AL; pasal 10 tentang tugas TNI AU; pasal 47 tentang penempatan prajurit TNI di kementerian dan lembaga; pasal 53 tentang batas usia pensiun; dan penambahan pasal II tentang ketentuan peralihan mengenai pengaturan pasal 53. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.