TNI Tunggu Hasil Penyelidikan Dugaan Prajurit Terlibat Kebakaran Tewaskan Jurnalis di Karo

Jakarta, IDM – Kapuspen TNI Mayjen Nugraha Gumilar mengatakan pihaknya masih mengusut dugaan keterlibatan oknum personel dalam peristiwa terkait Rico Sampurna Pasaribu, wartawan Tribrata TV yang terbakar bersama tiga anggota keluarga di Karo, Sumatera Utara, Kamis (27/6).
"Masih dalam penyelidikan, kita menghargai proses berjalan. Penyelidikan," ujar Gumilar di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (3/7).
Ia menjelaskan bahwa TNI akan menunggu hasil penyelidikan. Gumilar mengaku tidak ingin berandai-andai hingga proses yang dilakukan pihak terkait rampung dilakukan.
Baca Juga: Libatkan 19 Negara, Super Garuda Shield Digelar Agustus 2024
"Belum ada hasilnya, kita tunggu. Kita nggak berandai-andai. Kita punya aturan hukum militer, disiplin," tutur dia.
Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara sebelumnya meminta sejumlah pihak, termasuk Panglima TNI untuk mengusut dugaan keterlibatan oknum TNI.
Sebab berdasar isu yang beredar, rumah Sampurna diduga dibakar usai memberitakan kasus perjudian yang diduga dibentengi aparat. Selain KKJ, Dewan Pers juga meminta Polri dan TNI membentuk tim untuk mengusut penyebab kematian Sampurna.
Baca Juga: KSAL Bahas Implementasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan dengan Singapura
Merespons hal tersebut, Nugraha menuturkan, "kita menunggu semuanya. Jadi proses berjalan, kami akan menunggu semua lembaga yang saat ini sedang bekerja," kata Nugraha.
"Kita tunggu saja mudah-mudahan semua bisa jelas dalam waktu dekat," imbuh dia. (un)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































