Jakarta, IDM – Sejumlah penerbang tempur (fighter) TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) siap mengasah interoperabilitas dalam latihan bersama (Latma) Elang Ausindo 2023.
Latma ini secara resmi dibuka oleh Komandan Lanud Sam Ratulangi, Marsma TNI Muhammad Mujib melalui upacara yang digelar di Gedung VIP Pemda, Lanud Sam Ratulangi, Manado, Senin (18/9) dan turut dihadiri oleh para penerbang serta teknisi angkatan udara kedua negara.
Baca Juga:ย Meninggal di Lebanon Jenazah Serma Anumerta Dudi Iskandar Tiba di Indonesia
Dalam sambutannya, Danlanud Sam Ratulangi mengungkap, latma ini bertujuan untuk menghasilkan taktik dan teknik operasi udara yang lebih canggih. Dengan demikian, para personel TNI AU dan RAAF nantinya dapat lebih siap dalam menghadapi dinamika tantangan di masa depan.
“Latihan ini juga memiliki arti penting untuk meningkatkan kapabilitas dan profesionalisme para peserta,โ sambung Danlanud.
Sementara itu, Atase Udara Australia di Jakarta, Group Captain Ken Bowes mengatakan bahwa Latma Elang Ausindo tahun ini memiliki makna khusus dan bertepatan dengan momen 30 tahun berjalannya kerja sama militer di antara TNI AU serta RAAF melalui sejumlah latihan bersama.
Baca Juga:ย KSAD: TNI AD Butuh Perwira Rohani Katolik yang Berkualifikasi Pastor
โKerja sama ini penting untuk membangun fondasi persahabatan, saling pengertian, dan menghormati satu sama lain. Dalam semangat perayaan 30 tahun, hubungan antara TNI AU dan RAAF diharapkan akan terus tumbuh dan berkembang di masa depan,โ ungkap Bowes.
Kokohnya hubungan kerja sama di antara TNI AU dan RAAF juga dapat menjadi landasan kokoh bagi angkatan udara kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan di Asia Pasifik; serta menjaga perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan. (yas)