Jakarta, IDM โย Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengatakan TNI AL mengirimkan 5 prajurit ke Jepang untuk mengikuti pelatihan layar kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) atau Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA).
Kelima prajurit akan berlatih menjadi calon pengawak kapal patroli multiguna dari Italia tersebut dengan ikut terlibat secara langsung mengawaki PPA dari Jepang menuju Indonesia.
“5 orang anggota angkatan laut akan ikut mengawaki, belajar di kapal PPA Italia. Mereka akan berlayar dari Okinawa dari Yokosuka menuju Jakarta, nanti sudah dilibatkan mereka,” kata Ali di Jakarta, Senin (2/9).
Baca Juga:ย Kaskoopsudnas Pimpin Rapat Kesiapan Demo Tri Matra HUT ke-79 TNI, Bahas Teknis Pelaksanaan hingga Alutsista
Adapun Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Fincantieri, Italia, menyepakati kontrak pembelian dua unit OPV kelas Thaon di Revel, Kamis (28/3) lalu. Rencananya, unit pertama kapal patroli itu dikirim ke Indonesia pada Oktober 2024 dan unit kedua menyusul pada April 2025.
Pengadaan OPV itu direalisasikan Kemhan untuk menggantikan fregat Van Speijk kelas Ahmad Yani yang usianya tidak muda lagi dan masih menjadi artileri persenjataan angkatan laut (arsenal) pemukul milik TNI AL.
“Saat ini kontrak sudah, tinggal menunggu efektif. Mungkin dalam waktu dekat. Kemudian, satgas (Yekda A Frigate FREMM) juga sudah dibentuk,” ungkap Ali.
Baca Juga:ย Pertama Kali, HUT ke-79 TNI AL Gelar Sailing Pass di KRI
Kapal perang OPV dari Italia ini memiliki spesifikasi panjang 143 meter dan lebar kapal sekitar 16,5 meter, bobot perpindahan 6.250 ton (muatan penuh), kecepatan maksimum lebih dari 30 knot, dan daya jelajah 5.000 mil laut.
Kapal ini juga dipersenjatai dengan sistem rudal permukaan ke udara atau Surface to Air Missile (SAM) Aster 15 beserta peluncur vertical DCNS Sylver A43. Sistem rudal SAM Aster 15 dapat dipasang pada berbagai jenis kapal perang, seperti fregat, kapal perusak, maupun kapal induk.
Selain itu, kapal juga ini dipersenjatai dengan meriam 127 mmย Vulcano, meriam 76 mmย Strales, meriam ringan 25 mm denganย Fire-Control Radarย (FCR) RTN 10X sistemย Dardo, Peperangan Elektronika RECM, RESM dan CESM,ย Tactical Data Link-Yย serta radar multifungsi Leonardoย Kronos. (at)