TNI AL Gagalkan Penyelundupan 22 Calon Pekerja Migran Ilegal di Nunukan

Jakarta, IDM – Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan berhasil menggagalkan penyelundupan 22 orang calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ilegal di Pelabuhan Somel Pos Marinir Pancang, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (21/2).
Komandan Lanal Nunukan Kolonel Laut (P) Handoyo mengatakan aksi yang dilakukan tim second fleet quick response (SFQR) satuannya bersama kelompok gabungan, bermula dari informasi rencana kedatangan para CPMI yang bakal melakukan pelayaran menuju Tawau Malaysia lewat Pulau Sebatik.
Baca Juga: Sambut HUT ke-64 Kostrad, Panglima Kostrad Ikuti Lomba Tenis Meja
"Rencananya rombongan tersebut akan menyeberang ke Tawau, Malaysia menggunakan speedboat dari Pelabuhan Somel Sei Pancang," tutur Handoyo, dikutip dari Dispenal, Sabtu (22/2).
Adapun 22 CPMI ilegal terdiri dari 11 orang dewasa dan 11 anak-anak. Setelah diamankan, mereka dibawa diserahkan kepada BP3MI Kalimantan Utara untuk proses lebih lanjut.
Baca Juga: KSAL Lantik 201 Siswa Diktukpa Jadi Perwira
Atas keberhasilan tersebut, Handoyo menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi sindikat penyelundupan manusia yang memanfaatkan jalur laut untuk kepentingan ilegal.
“Melalui patroli rutin dan pengawasan ketat di wilayah perbatasan, kami bersama dengan stakeholder terkait akan terus berupaya mencegah tindak pidana perdagangan orang dan penyelundupan manusia,” kata Handoyo. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































