TNI AD Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Senjata Rakitan di Bima

Jakarta, IDM – TNI AD dari Kodam IX/Udayana memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) dan senjata api (senpi) rakitan di Markas Kodim 1608/Bima, Selasa (11/3).
Pemusnahan ini dipimpin langsung Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni. Barang yang dimusnahkan merupakan barang bukti hasil Operasi Teritorial dan Patroli Cipta Kondisi Kodim 1608/Bima tahun 2024–2025.
Baca Juga: Prajurit Armed Biringgalih Lontarkan 22 Tembakan di Istana Negara
Pangdam IX/Udayana menegaskan bahwa operasi ini merupakan hasil sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Kami akan terus berkomitmen menindak segala bentuk pelanggaran hukum demi keamanan bersama,” ujarnya dikutip keterangan Pendam IX/Udayana, Rabu (12/3).
Baca Juga: Puluhan Siswa Sekbang TNI AU A-105 Tingkatkan Kemampuan Terbang Navigasi
Pemusnahan ini lanjutnya diharapkan dapat mengurangi potensi gangguan ketertiban dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Barang bukti yang dimusnahkan meliputi dua pucuk senjata api rakitan laras panjang, satu senjata api rakitan laras pendek, empat senapan angin/gas, delapan senapan kelereng rakitan, serta satu senapan panah rakitan. Selain itu, turut dimusnahkan 11 ketapel, 96 anak panah ketapel, dan 1.868 botol minuman keras ilegal berbagai merek, termasuk Bir Bintang, Anggur Merah, Anggur Hijau, dan Arak Bali. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































