HANKAM

Skadron Udara 31 Tingkatkan Kesiapan dan Kemampuan Awak Pesawat Melalui Simulasi Jettison Cargo

Pesawat C-130 Super Hercules.
Pesawat C-130 Super Hercules yang dioperasionalkan oleh Skadron Udara 31. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta menggelar simulasi jettison cargo atau pelepasan muatan saat mengalami kondisi darurat, bertempat di hanggar dan apron skadron, Kamis (22/5).

Seluruh jajaran personel Skadron Udara 31, mulai dari penerbang, navigator, loadmaster, flight enginer, hingga ground crew ambil bagian dalam simulasi tersebut.

Baca Juga: Perkuat Aspek Teknis dan Taktis, TNI AU-USAF Gelar Pelatihan Emergency Airfield Lighting

Komandan Skadron Udara 31, Letkol Pnb Chandra Danang Jaya mengatakan, simulasi jettison cargo bertujuan untuk melatih kecepatan dan ketepatan respons awak pesawat dalam mengambil keputusan, koordinasi di antara para awak; serta ketepatan pelaksanaan prosedur dalam kondisi darurat.

Pesawat C-130 Super Hercules.
Penerbang Skadron Udara 31 saat memberi paparan mengenai simulasi jettison cargo. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

“Simulasi ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kemampuan awak pesawat Skadron Udara 31 dalam menjalankan misi penerbangan, sehingga misi penerbangan dapat terlaksana dengan aman dan selamat,” ungkap Chandra dikutip dari laman resmi TNI AU, tni-au.mil.id, Jumat (23/5).

Baca Juga: Resmi Berganti, Danlantamal III Resmi Dijabat Laksma Uki Prasetia

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Erwin Sugiandi mengapresiasi simulasi yang dilakukan oleh salah satu jajarannya dan menyebut bahwa apa yang dilakukan Skadron Udara 31 merupakan salah satu upaya untuk menjaga standar operasional, keselamatan penerbangan, serta profesionalisme penerbangan militer.

“Simulasi ini melatih insting dan profesionalisme awak pesawat dalam menghadapi kondisi kritis. Keselamatan penerbangan tidak bisa ditawar. Oleh karena itu, setiap personel harus menguasai prosedur darurat seperti jettison cargo dengan baik,” tegas Danlanud. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.