SUPER GARUDA SHIELD

Singapura Berbagi Ilmu Pertolongan Korban Perang kepada Marinir TNI AL dan AD Jepang

Prajurit Korps Marinir
Prajurit Korps Marinir bersama Singapore Army dan Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) pada Super Garuda Shield 2023 di hutan Selogiri, Banyuwangi. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM - Angkatan Darat Singapura (Singapore Army) berbagi materi Tactical Combat Casualty Care (TCCC) kepada prajurit Korps Marinir dan Angkatan Darat Jepang (Japan Ground Self-Defense Force) di hutan Selogiri, Banyuwangi, Minggu (3/9).

Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (5/9), TCCC membahas kesehatan lapangan sebagai upaya dukungan medis yang berperan dalam tugas militer di daerah operasi maupun penugasan dengan karakteristik resiko permasalahan kesehatan yang tinggi.

Kegiatan pengetahuan kesehatan lapangan ini merupakan faktor penting dalam pertempuran, tentang bagaimana cara prajurit mampu menangani permasalahan kesehatan maupun luka yang disebabkan oleh konflik di daerah operasi.

Baca Juga: Fregat Merah Putih Akan Perkuat Alutsista TNI AL pada 2028-2029

Adapun, materi yang disampaikan oleh Angkatan Darat Singapura kepada prajurit Korps Marinir dan Angkatan Darat Jepang, meliputi cara penanganan pertama pada prajurit yang mengalami Heat Stroke.

Prajurit Korps Marinir
(Foto: Dok. Dispen Kormar)

Heat Stroke merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan. Kemudian, juga mempelajari cara penanganan luka tembak dan evakuasi korban di medan pertempuran.

Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, mengatakan, latihan gabungan bersama (latgabma) Super Garuda Shield 2023 dengan personel asing dari 17 negara sahabat ini, akan mampu meningkatkan profesionalisme para prajurit.

Baca Juga: Tekan Angka Stunting, TNI AD Luncurkan e-stuntad dan e-posyandu

"Melalui latihan bersama, kita bisa sharing informasi dan latihan antarpasukan kita dengan pasukan asing," ujar Yudo, usai membuka Super Garuda Shield 2023 di Puslatpur 5 Marinir, Situbondo, Kamis (31/8) lalu.

Yudo mengatakan, latihan gabungan secara konvensional yang dilakukan bulan lalu akan lebih sempurna lagi dengan doktrin-doktrin baru yang diperoleh dari personel asing melalui Super Garuda Shield sehingga doktrin sebelumnya tidak akan mati.

"Latihan gabungan yang kita lakukan bulan kemarin menjadi evaluasi untuk merubah doktrin yang sudah ada dikaitkan dengan alutsista kita, termasuk dikaitkan dengan perkembangan situasi dan lainnya," ucapnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.