HANKAM

Simpatisan OPM dan DPO Pembunuh Warga Tahun 2022 Serahkan Diri Kembali ke NKRI

Pencarian Orang (DPO)
Yulianus Orocomnq, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pembunuhan warga pekerja tahun 2022 lalu menyerahkan diri. (Foto: Dok. Kodam Kasuari)

Jakarta, IDM – Yulianus Orocomnq, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pembunuhan warga pekerja tahun 2022 lalu menyerahkan diri. Ia pun dijemput oleh anggota Polres Bintuni dengan prajurit Satgas Pamtas Yonif 642/KPS di Pos Meyerga.

Komandan Kolakops Korem 182/JO Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 642/KPS, Kolonel Inf Aswin Kartawijaya mengatakan Yulianus dijemput dengan aman dan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa.

"Dan memang seharusnya begitu, TNI-Polri harus bersinergi apalagi di daerah rawan seperti di Kampung Meyerga dan Moskona atau di pedalaman Kabupaten Teluk Bintuni," kata Aswin dalam keterangannya dikutip dari postingan instagram resmi Kodam Kasuari, @kodam_kasuari, Senin, (30/9).

Baca Juga: TNI AU dan TUDM Sukses Rampungkan Latihan Bersama Elang Malindo XXIX/24

Lebih lanjut ia menjelaskan kejadian pembunuhan para pekerja pada tahun 2022 itu pelakunya diduga anggota dari OPM dari Kodap IV/Sorong Raya.

"Sehingga dengan berhasilnya penjemputan DPO kasus tersebut berjalan aman adalah suatu prestasi, penjemputan ini diawali karena memang DPO tersebut ingini menyerahkan diri dan kemballi ke Pangkuan NKRI. Untuk itu masyarakat sekitar tentunya akan merasa lebih aman sekarang ini, saya berharap saudara-saudara kita yang masih berseberangan dengan NKRI akan bergabung ke NKRI," kata Aswin.

Ada Simpatisan OPM yang Juga Menyerahkan Diri

Sementara itu, Kasi Intel Korem 182/JO Mayor Arh Anton Subhandi menjelaskan kegiatan penjemputan dilakukan oleh tim Macan Gunung Sat Reskrim Polres Teluk Bintuni yang dipimpin langsung oleh Kasat reskrim Iptu Tomi S. Marbun.

Baca Juga: Jelang HUT TNI ke-79, Pengamat Militer: Kesejahteraan Prajurit Jadi Elemen Krusial

Ia mengatakan dalam penjemputan ini ada tiga orang dengan inisial SM, TO merupakan simpatisan batalion Inofina yang telah menyerahkan diri polres Teluk Bintuni untuk Kembali ke pangkalan NKRI.

"Sedangkan SO merupakan salah satu DPO pembunuhan 4 warga di majenek yang terjadi pada tanggal 29 september 2022 DI kampung majenek. Sebelumnya penjemputan telah dikoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak distrik terkait dengan penyerahan dan penjemputan para pelaku pada tanggal 27 September 2024 kemarin," tutup Anton. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.