Jakarta, IDM โย Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Cina Xi Jinping mempererat hubungan antar kedua negara dengan menyebutnya sebagai kerja sama ‘era baru’ dan mengkritik tindakan Amerika Serikat (AS) yang menciptakan ancaman keamanan di kawasan Asia-Pasifik.
Putin mengunjungi Xi dalam rangka memperingati hubungan bilateral ke-75. Kunjungan tersebut juga merupakan pertemuan luar negeri pertama yang dilakukan Putin usai dilantik kembali menjadi presiden pada beberapa waktu lalu. Sehingga, Putin nampak mengirimkan pesan kepada dunia tentang prioritasnya bekerja sama dengan Cina.
Baca Juga:ย Ancaman Sabotase Meningkat, Polandia Tambah Anggaran Intelijen
Usai pertemuan tersebut, keduanya membuat kesepakatan yang tercantum dalam pernyataan bersama, yang dirilis melalui Kremlin.ru, laman Kepresidenan Rusia, Jumat (17/5).
Pernyataan bersama itu digambarkan sebagai upaya memperdalam hubungan strategis di berbagai bidang, termasuk meningkatkan kerja sama militer sekaligus menjaga keamanan regional maupun global. Oleh sebab itu, keduanya mengkritik AS yang menciptakan ancaman dengan membentuk blok seperti AUKUS.
Baca Juga:ย Korut Kembali Bantah Tuduhan Pasok Senjata ke Rusia
“Kedua pihak menentang upaya hegemonik AS untuk mengubah perimbangan kekuatan di Asia dengan membangun kekuatan militer dan menciptakan blok maupun koalisi militer,” tulis pernyataan bersama Rusia-Cina.
“AS masih berpikir dalam kerangka Perang Dingin dan berpedoman pada logika konfrontasi blok, menempatkan keamanan ‘kelompok sempit’ di atas keamanan dan stabilitas regional, yang menciptakan ancaman keamanan bagi semua negara di kawasan. AS harus meninggalkan perilaku ini,” tambahnya. (bp)