Respons Cepat Tiga Pasukan Khusus TNI AL Lumpuhkan Kelompok Teroris Asing

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan tiga pasukan khusus untuk melumpuhkan kelompok teroris asing (Foreign Terrorist Fighters) di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Sabtu (14/12).
Ketiga pasukan khusus yang terdiri dari Detasemen Jalamangkara (Denjaka), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Intai Amfibi (Taifib) ini menjalani skenario tempur dalam dalam latihan operasi dukungan pasukan khusus (Latopdukpasus) 2024.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady, menjelaskan dalam skenario tersebut, kelompok teroris asing melaksanakan aksi dengan menyabotase instalasi militer strategis, pelabuhan utama, dan jalur perdagangan laut di sekitar Dabo Singkep.
Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Menhan Sjafrie Sebagai Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional
Operasi mereka, lanjut Wira, dirancang untuk melumpuhkan perekonomian dan mencabik kepercayaan rakyat terhadap kemampuan negara menjaga kedaulatan.
Rencana jahat Foreign Terrorist Fighter tersebut bukan hanya sebagai ancaman lokal tetapi juga ancaman strategis yang dapat berdampak sistemik bagi Indonesia dan kawasan regional.
"Situasi tersebut dinilai sangat mendesak membutuhkan respons cepat, terukur, dan tanpa kompromi," jelas Wira dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Senin (16/12).

Oleh karena itu, pasukan khusus TNI AL dari Denjaka, Kopaska, dan Taifib ditugaskan untuk mampu secara cepat menghancurkan ancaman dan memulihkan keamanan negara dari kelompok teroris asing.
Baca Juga: TNI AD Bagikan 600 Paket Baju Natal untuk Anak-anak di Papua
Wira mengungkapkan, untuk mendukung pelaksanaan latihan, TNI AL mengerahkan satu KRI berjenis pendarat tank (Landing Ship Tank), helikopter Panther dan Bell, pesawat Casa, Rigid-Hulled Inflatable Boat (RHIB), Kraka Jet Boat hingga puluhan perahu karet.
"(Latihan) melibatkan tidak kurang dari 500 prajurit, baik pelaku maupun pendukung latihan," ungkapnya.
Adapun skenario latihan tersebut ditinjau langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dan sejumlah pejabat TNI AL lainnya. Menurut Ali, prajurit Denjaka, Kopaska, dan Taifib harus memiliki profesionalitas dan skill yang tinggi sebagai pasukan khusus laut.
Baca Juga: Catatan Pencapaian TNI AD di Satu Tahun Kepemimpinan Maruli Simanjuntak
Oleh karena itu, Latopdukpasus yang menggabungkan seluruh pasukan khusus TNI AL ini bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit dan mengasah keterampilan tempur seperti terjun free fall, helly rapling hingga fast rope.
"Yang jelas pasukan harus memiliki skill dan profesionalitas yang tinggi sebagai pasukan khusus laut. Harapannya dalam setiap operasi kita bisa terus bersinergi," kata Ali, dikutip dari siaran pers Dispenal.
Selama latihan berlangsung sejak Minggu (8/12) ini, pasukan Denjaka, Kopaska, dan Taifib melaksanakan sejumlah materi yang meliputi pendaratan khusus, sterilisasi area pantai dan demolisi, terjun tempur, infiltrasi khusus (rubber duck), dan turun cepat dari helikopter menggunakan tali (fast roping). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































