Rapim TNI AL 2023, KSAL Evaluasi Sejumlah Permasalahan

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, membuka rapat pimpinan (rapim) TNI AL yang diikuti 231 personel dari perwira tinggi dan menengah di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Senin (13/2).
Rapim TNI AL adalah kelanjutan rapim Kementerian Pertahanan (Kemhan), TNI-Polri, dan TNI sebagai sarana menyampaikan kebijakan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, dan KSAL, dalam upaya pembinaan dan pembangunan angkatan laut ke depan.
“Rapim TNI AL berlangsung sehari saja dan akan membahas permasalahan-permasalahan apa yang menonjol pada 2022,” ujar Ali saat konferensi pers kepada awak media.

Ali menyebut, sejumlah permasalahan tersebut mencakup anggaran, situasi lingkungan strategis 2023 yang perlu diwaspadai serta upaya memperkuat interopabilitas, intelijen dengan gelar operasi TNI AL, dan prioritas rencana gelar operasi dan latihan 2023 yang efektif.
“Semua permasalahan itu kami evaluasi dan akan diterapkan, kami perbaiki dan kembangkan pada 2023 ini,” kata Ali. Selain itu, juga dilakukan paparan evolusi peperangan, tren ancaman ke depan serta kemajuan dan perkembangan teknologi angkatan laut.
Baca: Multinational AMAN Exercise 2023 Resmi Dibuka di Pakistan
Pada rapim TNI AL tersebut, turut dilaksanakan penyampaian visi dan arah kebijakan sebagai panduan yang harus diimplementasikan oleh seluruh jajaran TNI AL, agar rencana pembangunan angkatan laut ke depan berjalan sesuai prioritas yang diterapkan. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































