Ponton Penyapu Sampah Inovasi TNI AD Akan Dioperasikan di Seluruh Indonesia

Jakarta, IDM – TNI AD bekerjasama dengan Co-Founder Bali Ocean Days, Paskal Philippe menargetkan akan mengoperasikan perahu ponton penyapu sampah di seluruh Indonesia.
Hal ini dipastikan Paskal Philippe saat melihat langsung inovasi ini di ajang Bali Ocean Days yang digelar di Jimbaran, Bali, Jumat, (7/2).
"Target kami, 100 unit ponton dapat diproduksi di Bengpuspalad tahun ini dan segera dioperasikan di seluruh wilayah Indonesia, terutama di Bali,” kata Paskal dikutip keterangan Dispenad, Sabtu, (8/2).
Baca Juga: Athan RI Kairo Kunjungi Angkatan Laut Mesir, Bahas Potensi Kerja Sama
Ia berharap dengan hadirnya inovasi ini semakin banyak perairan di Indonesia yang terbebas dari pencemaran, sehingga ekosistem tetap terjaga dan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana di lokasi pameran menyambut baik inisiatif ini. Ia menjelaskan saat ini, TNI AD telah memiliki 19 unit perahu ponton dan akan mendapat tambahan 100 unit lagi dari Co-Founder Bali Ocean Days, Paskal Philippe.
“Berapapun jumlahnya, yang terpenting adalah semangat dan keseriusan kita dalam menjaga kebersihan perairan. Dengan langkah nyata ini, kawasan perairan Indonesia bisa kembali bersih dan indah,” kata Wahyu.
Perahu ponton adalah alat ini dirancang untuk membersihkan sungai dan danau dari sampah serta eceng gondok yang kerap menghambat aliran air dan mengancam ekosistem.
Perahu ponton ini merupakan gagasan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang prihatin terhadap kondisi perairan di Indonesia.
Baca Juga: Kaderisasi Pelatih, Prajurit Marinir Kualifikasi Kemampuan Sniper dan Senjata AKM
"Bapak KSAD menginginkan solusi nyata untuk membersihkan sungai dan danau dari sampah serta eceng gondok yang semakin mengancam ekosistem air dan menghambat aktivitas masyarakat. Dari situ, lahirlah inovasi perahu ponton ini,” ungkap Wahyu.
Ponton ini dikembangkan oleh Bengkel Pusat Peralatan (Bengpuspal) Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) dan telah terbukti efektif mengatasi sampah di perairan Indonesia. Saat ini, ponton serupa telah dioperasikan di Danau Toba, Danau Tondano, dan Sungai Ciliwung, dengan hasil yang signifikan.
"Dalam satu jam, perahu ini mampu membersihkan hingga 400 kilogram sampah atau eceng gondok. Ini sangat membantu mengembalikan kelestarian perairan dan meningkatkan manfaat ekonominya bagi masyarakat,” tutup Wahyu. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































