Jakarta, IDM – Pesawat C-130B Hercules milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) purnatugas usai 47 tahun membantu TNI AU mengawal dirgantara Indonesia. Pesawat dengan tail number A-1312 ini memiliki riwayat pengabdian yang tidak sedikit. Berbagai operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) yang tersebar di penjuru Nusantara telah dilalui dengan catatan yang sangat baik dan sukses.
TNI AU secara resmi menghentikan operasional pesawat ini melalui tradisi penghentian pesawat yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Tradisi tersebut digelar di Lanud Abdurrachman Saleh, Malang, Jumat (13/1).
Alasan penghentian operasi ini karena pesawat Hercules tersebut telah habis usia pakainya setelah mencapai 45 ribu jam terbang. Alasan lainnya dikarenakan TNI AU akan segera diperkuat dengan pesawat Hercules tipe yang baru.
โTNI Angkatan Udara akan terus diperkuat dengan berbagai alutsista modern, salah satunya dalam waktu dekat akan hadir C-130J, Hercules tipe terbaru memperkuat TNI AU, menggantikan C-130B yg sudah habis usia pakainya,โ ungkap KSAU seperti dikutip dari keterangan Dispenau.
Secara khusus, Fadjar memberikan apresiasi kepada seluruh kru, teknisi, pendukung, dan segenap jajaran yang telah terlibat dalam menghantarkan pesawat ini sampai pada penghujung darma baktinya.
Baca: Pertama di Dunia, TNI AU Miliki Simulator Pesawat Casa NC-212i
Menilik sejarah, pesawat Hercules buatan Lockheed Martin Amerika Serikat ini pertama kali memperkuat TNI AU pada tahun 1975. โPesawat Hercules A-1312 telah berperan besar memperkuat Skadron Udara 31 dan Skadron Udara 32, menjelajahi angkasa Indonesia lebih dari puluhan ribu jam terbang,” ujar Marsekal Fadjar. (yas)