HANKAM

Pasukan Langit Yonif PR 431 Kostrad Siap Terjun Saat Laksanakan Ground Training

Yonif Para Raider
(Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM - Prajurit Yonif Para Raider 431/SSP melaksanakan latihan ground training di Lapangan Triasa YPR 431 yang dipimpin oleh Dansimayon dalam rangka penyiapan terjun penyegaran (jungar) yang akan dilaksanakan pada 14-15 Juni di daerah latihan Bance'e kompleks, Kariango (10/6).

Dengan latihan yang dilakukan secara rutin ini, diharapkan fisik prajurit akan siap untuk melaksanakan jungar. Karena terjun bukanlah suatu kegiatan yang mudah, melainkan memerlukan kesiapan yang matang.

Baca Juga: Asops Panglima TNI Gelar Periksa Kesiapan Operasi Satgas Pamtas Mobile Yonif MR 411 Kostrad

Fisik yang prima dengan adanya latihan mengurangi resiko cedera sehingga kegiatan Jungar dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar.

Jungar kali ini direncanakan akan dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 431/Satria Setia Perkasa Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar yang akan menjadi penerjun pertama lalu diikuti oleh prajurit Yonif Para Raider 431/SSP. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.