HANKAM

Pascaserangan Israel di Lebanon, Panglima: Kondisi Prajurit TNI Baik-baik Saja

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Pascaserangan Israel ke Lebanon sejak 16 September 2024 lalu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto mengatakan kondisi prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon dalam keadaan baik.

"Alhamdulillah, kondisi mereka dalam keadaan baik," kata Agus kepada wartawan di Monas, Rabu, (2/10).

Lebih lanjut Agus memastikan para prajurit tersebut masih menjalankan tugasnya seperti biasa.

Baca Juga: Pindad Harap AM-1 Akan Lengkapi Persenjataan Prajurit Batalyon Penyangga

"Untuk pasukan kami yang ada di Lebanon masih melakukan tugas seperti biasa. Dan kami sudah khususnya pemerintah dalam hal ini TNI sudah mengirimkan 45 nakes di Rafah dan Al Arish melalui UEA, semuanya alhamdulillah baik," jelas Agus.

Sebelumnya, TNI dan Kemlu telah mengadakan pertemuan membahas persoalan ini. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Hariyanto mengatakan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari perbatasan Israel-Lebanon dan juga para prajurit masih menunggu izin atau berkoordinasi dengan Force Commander UNIFIL.

Sementara itu, Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan hingga saat ini masih terdapat 155 WNI yang tinggal di Lebanon. Mayoritas dari mereka adalah mahasiswa dan WNI yang menikah dengan warga setempat.

Baca Juga: Dirut Pindad Ungkap Produk Senapan Serbu AM-1 Dilirik Amerika Serikat

KBRI Beirut sendiri telah menetapkan status Siaga 1 untuk WNI di seluruh wilayah Lebanon. Kemlu RI juga telah mengeluarkan anjuran perjalanan bagi WNI supaya menunda bepergian baik ke Lebanon dan Israel.

Di luar jumlah WNI yang tercatat itu, ada pula sekitar 1.000 prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL di Lebanon. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.