Menhan Prabowo Apresiasi Kapal Cepat Rudal Buatan Dalam Negeri

Jakarta, IDM - Melalui Kementerian Pertahanan, pemerintah kembali menunjukkan keseriusannya untuk mewujudkan proyeksi kekuatan pertahanan laut guna merealisasikan strategi daya tangkal (strategy deterrence effect) yang secara efektif dapat melaksanakan anti-access/area denial (A2/AD) seperti yang ada pada Kapal Cepat Rudal (KCR).
Menhan Prabowo yang hadir dalam peluncuran Kapal Cepat Rudal ke-5 di Surabaya, Minggu (05/12), sangat mengapresiasi karya anak bangsa produksi PT PAL tersebut.
Jenis Kapal Cepat Rudal memiliki keunggulan sebagai kapal pemukul reaksi cepat yang sesuai dengan bentuk geografis Indonesia sebagai negara maritim. Kapal ini dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula.
Keunggulan lain yang dimiliki oleh kapal produksi anak bangsa ini yaitu kapal tersebut mampu mengakomodasi awak sebanyak 55 orang, memiliki berat 500 Ton dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot pada kondisi full load serta endurance 5 hari, serta memiliki jarak jelajah 2400 Nm pada kecepatan 20 knot. Kapal ini adalah memiliki panjang 60 meter dan lebar 8,10 meter.
Sejumlah teknologi persenjataan yang ada pada KCR 60M antara lain kapabilitas perang anti kapal permukaan (Anti Surface Warfare-ASW), perang anti pesawat udara (Anti Air Warfare-AAW), Electronic Warfare, dan Naval gun fire support. Dengan ukurannya yang tidak terlalu besar, KCR dapat bermanuver lincah dilengkapi sistem sensor dan senjata lengkap memiliki daya gempur dan kemampuan peperangan yang mematikan. (nhn/si)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.










































































