INTERNASIONAL

Menhan Cina Sebut Reunifikasi Damai dengan Taiwan Kian Terkikis

Menhan Cina Dong Jun
Menhan Cina Dong Jun (Foto: Dok. Xinhua)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) Cina Dong Jun mengatakan bahwa prospek reunifikasi damai dengan Taiwan semakin 'terkikis' karena tindakan separatis Taiwan dan kekuatan eksternal.

Dilansir dari Reuters, Senin (3/6), pernyataan itu ia ungkapkan saat ISS Shangri-La Dialogue di Singapura pada beberapa waktu lalu. Menurutnya, Partai Progresif Demokratik (Democratic Progressive Party) yang berkuasa di Taiwan secara bertahap melakukan separatisme dan bertekad menghapus identitas Cina.

“Para separatis tersebut baru-baru ini melontarkan pernyataan fanatik yang menunjukkan pengkhianatan mereka terhadap bangsa Cina dan nenek moyang mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Korut akan Berhenti Kirim Balon Pembawa Sampah ke Korsel, Ini Alasannya

Cina memandang Taiwan sebagai bagian dari negaranya. Pada bulan lalu, militer Cina menggelar latihan perang di sekitar Taiwan sebagai bentuk kecaman usai pelantikan Presiden Lai Ching-te pada 20 Mei.

Lebih lanjut, Dong Jun menilai terdapat kekuatan asing yang ikut campur dan memperkuat kelompok separatis Taiwan. Meskipun Cina berkomitmen untuk melakukan reunifikasi secara damai dengan Taiwan, kata dia, kekuatan militer akan tetap siap siaga demi menegakkan reunifikasi.

“Kami akan mengambil tindakan tegas untuk mengekang kemerdekaan Taiwan dan memastikan rencana seperti itu tidak akan pernah berhasil. Kami sangat yakin dengan kemampuan kami untuk menghalangi kemerdekaan Taiwan," imbuhnya.

Baca Juga: Perdana Menteri Israel Tak Ingin Gencatan Senjata Permanen Jika Hamas Masih Berkuasa

Salah satu pihak asing yang Dong maksud adalah Amerika Serikat (AS), yang aktif menjual senjata ke Taiwan meskipun keduanya tidak memiliki hubungan diplomatik formal.

“Mereka menjual banyak senjata ke Taiwan. Perilaku seperti ini mengirimkan sinyal yang sangat salah kepada pasukan kemerdekaan Taiwan dan membuat mereka menjadi sangat agresif. Saya pikir kita sudah jelas bahwa tujuan sebenarnya kekuatan asing adalah menggunakan Taiwan untuk membendung Cina," pungkasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.